Skip to main content

3.500 Mustahik Terima Bantuan, Sinergi Pemkot Bengkulu dan BAZNAS Perkuat Program Pengentasan Kemiskinan

Ketua BAZNAS Kota Bengkulu Habib Abdurahman Alkaf menjelaskan capaian penyaluran bantuan kepada sekitar 3.500 mustahik sebagai hasil sinergi Pemerintah Kota Bengkulu dan BAZNAS dalam mendukung program pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Pemerintah Kota Bengkulu terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program sosial yang menyentuh langsung warga kurang mampu. Bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bengkulu, pemerintah berhasil menyalurkan berbagai bentuk bantuan kepada sekitar 3.500 mustahik atau masyarakat yang berhak menerima zakat.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengurangi angka kemiskinan sekaligus memperkuat perlindungan sosial bagi kelompok masyarakat rentan. Bantuan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat secara berkelanjutan.

Ketua BAZNAS Kota Bengkulu, Habib Abdurahman Alkaf, menjelaskan bahwa ribuan penerima manfaat tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kota Bengkulu dengan BAZNAS melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari Aparatur Sipil Negara (ASN), masyarakat, serta dukungan Gerakan Sedekah Rp2 Ribu.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa dana umat yang dikelola secara profesional mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Hingga saat ini kurang lebih 3.500 warga Kota Bengkulu telah menerima perhatian dan bantuan dari Pemerintah Kota Bengkulu bersama BAZNAS. Bantuan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dan lembaga amil zakat agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan," ujar Habib Abdurahman Alkaf, Selasa (7/7/2026).

Ia menjelaskan, pendistribusian bantuan dilakukan secara menyeluruh dengan mengacu pada delapan golongan penerima zakat (asnaf). Karena itu, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa kebutuhan pangan, tetapi juga mencakup sektor kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi hingga bantuan sosial keagamaan.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, BAZNAS secara rutin menyalurkan paket sembako yang terdiri dari beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi kaum dhuafa, lansia, janda lanjut usia, keluarga kurang mampu, hingga tokoh keagamaan seperti imam masjid, marbot, serta guru mengaji.

Selain itu, sektor kesehatan juga menjadi perhatian utama. BAZNAS memberikan bantuan biaya pengobatan kepada masyarakat kurang mampu serta menyediakan berbagai alat bantu kesehatan bagi penyandang disabilitas yang membutuhkan. Program tersebut diharapkan dapat meringankan beban biaya pengobatan sekaligus meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat.

Tidak hanya berhenti pada bantuan konsumtif, BAZNAS Kota Bengkulu juga mengembangkan program pemberdayaan ekonomi melalui bantuan modal usaha mikro. Sejumlah pelaku usaha kecil memperoleh bantuan modal, sarana usaha, hingga fasilitas penunjang untuk mengembangkan usaha mandiri sehingga mampu meningkatkan pendapatan keluarga.

Di bidang pendidikan, perhatian diberikan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui pemberian beasiswa pendidikan serta santunan bagi anak yatim. Program santunan Lebaran Yatim juga rutin dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan dan kesejahteraan generasi muda.

Pemerintah Kota Bengkulu di bawah kepemimpinan Wali Kota Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny P.L. Tobing memberikan apresiasi terhadap tingginya partisipasi masyarakat dalam mendukung program sosial tersebut. Salah satu program yang dinilai memberikan kontribusi besar adalah Gerakan Sedekah Rp2 Ribu yang mengajak masyarakat menyisihkan sebagian rezekinya setiap hari.

Gerakan tersebut dinilai berhasil membangun semangat gotong royong dan kepedulian sosial karena seluruh dana yang terkumpul dikembalikan kepada masyarakat yang membutuhkan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Habib Abdurahman Alkaf menilai, nilai utama dari sedekah bukan terletak pada besarnya nominal yang diberikan, melainkan pada keikhlasan dan konsistensi masyarakat dalam berbagi.

"Sedekah tidak diukur dari besar kecilnya jumlah yang diberikan, tetapi dari keikhlasan dan istiqamah seseorang dalam berbagi. Ketika ribuan orang menyisihkan dua ribu rupiah secara rutin, dana tersebut mampu menjadi kekuatan besar untuk membantu masyarakat, memperbaiki rumah warga, membantu biaya pengobatan, hingga mendukung pendidikan anak-anak yang membutuhkan," ungkapnya.

Ke depan, Pemerintah Kota Bengkulu bersama BAZNAS berkomitmen memperluas cakupan penerima manfaat melalui pengelolaan dana zakat yang transparan, profesional, dan akuntabel. Dengan semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah, diharapkan lebih banyak warga yang dapat merasakan manfaat program tersebut.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, BAZNAS, ASN, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Kota Bengkulu yang religius, sejahtera, serta memiliki kepedulian sosial yang semakin kuat di tengah kehidupan bermasyarakat.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra