Skip to main content

Andi Saputra Dorong Pengembangan Produk Unggulan Bengkulu Lewat Studi ke Yogyakarta

Andi Saputra Dorong Pengembangan Produk Unggulan Bengkulu Lewat Studi ke Yogyakarta

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  – Anggota DPRD Kota Bengkulu Komisi III, Andi Saputra, melakukan kunjungan kerja ke lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta guna mempelajari strategi pengembangan industri kreatif, UMKM, dan pengelolaan potensi daerah yang telah berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mencari referensi dan praktik terbaik yang dapat diterapkan di Kota Bengkulu, khususnya dalam mengoptimalkan potensi wisata, sejarah, budaya, serta produk unggulan daerah agar memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Andi Saputra menegaskan bahwa Kota Bengkulu memiliki berbagai potensi besar yang belum sepenuhnya dimaksimalkan. Menurutnya, kekayaan alam, sejarah, budaya, hingga kuliner khas Bengkulu merupakan aset berharga yang dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah apabila dikelola secara terintegrasi.

“Bengkulu memiliki banyak keunggulan yang layak untuk dikembangkan. Mulai dari kawasan wisata Pantai Panjang, situs bersejarah seperti Benteng Marlborough, hingga jejak perjuangan bangsa di Rumah Pengasingan Bung Karno. Di sisi lain, kita juga memiliki produk kuliner dan kerajinan khas yang sangat potensial untuk dipasarkan lebih luas,” ujarnya.

Ia menyebut sejumlah produk unggulan daerah seperti Pendap, Tempoyak, sirup Jeruk Kalamansi, serta Batik Besurek yang dinilai memiliki peluang besar untuk menembus pasar nasional bahkan internasional apabila didukung dengan inovasi, pengemasan modern, dan strategi pemasaran yang tepat.

Menurut Andi, salah satu pelajaran penting yang diperoleh dari Yogyakarta adalah kemampuan pemerintah daerah dalam mengintegrasikan sektor pariwisata dengan pengembangan UMKM. Produk-produk lokal tidak hanya dijual sebagai komoditas, tetapi juga dipadukan dengan narasi budaya dan sejarah yang kuat sehingga memberikan pengalaman tersendiri bagi wisatawan.

“Yang menarik dari Yogyakarta adalah bagaimana mereka mampu menghubungkan sektor wisata dengan produk lokal. Wisatawan yang datang tidak hanya menikmati destinasi, tetapi juga membawa pulang produk khas daerah yang memiliki cerita dan identitas budaya. Model seperti ini sangat relevan untuk diterapkan di Bengkulu,” jelasnya.

Andi menilai, penguatan ekosistem ekonomi kreatif memerlukan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas. Karena itu, ia mendorong adanya program yang lebih fokus pada peningkatan kualitas produk UMKM, digitalisasi pemasaran, pengembangan kemasan, hingga perluasan akses pasar.

Ia juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi antara sektor pariwisata dan industri kreatif. Menurutnya, wisatawan yang berkunjung ke Pantai Panjang, Benteng Marlborough, maupun destinasi sejarah lainnya harus dapat menemukan berbagai produk unggulan Bengkulu yang telah dikemas secara profesional dan memiliki daya tarik pasar yang kuat.

“Bengkulu memiliki bahan baku, kekayaan budaya, dan sejarah yang luar biasa. Tantangan kita sekarang adalah bagaimana mengelola potensi tersebut menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Dibutuhkan komitmen bersama agar UMKM kita mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas,” katanya.

Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara DPRD dan Pemerintah Kota Bengkulu untuk menghadirkan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif. Dengan pengelolaan yang tepat, berbagai potensi lokal Bengkulu diyakini dapat berkembang menjadi produk unggulan yang tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga mampu menembus pasar internasional.

Melalui berbagai inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan, Bengkulu berpeluang besar menjadikan sektor pariwisata dan UMKM sebagai pilar utama pembangunan ekonomi daerah di masa mendatang.
Pewarta; Amg
Editing: Adi Saputra