Skip to main content

Asisten I Setda Provinsi Bengkulu Dorong Penguatan Perlindungan Anak di Gugus Tugas Kabupaten/Kota Layak Anak

Asisten I Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, memimpin upaya penguatan Gugus Tugas Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) se-Provinsi Bengkulu dalam sebuah acara yang digelar di ballroom salah satu hotel di kawasan Pantai Panjang Bengkulu pada Kamis (06/12).(ft : Herdianson teropongpublik.co.id )

TEROPONGPUBLIK.CO.ID >><< Asisten I Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, memimpin upaya penguatan Gugus Tugas Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) se-Provinsi Bengkulu dalam sebuah acara yang digelar di ballroom salah satu hotel di kawasan Pantai Panjang Bengkulu pada Kamis  (06/12).

Dalam sambutannya, Khairil Anwar menegaskan pentingnya langkah yang diambil untuk menetapkan 7 dari 10 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu dengan predikat pratama sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak. Meskipun capaian ini menunjukkan progres dalam perlindungan anak, ia juga mengakui adanya beberapa kasus kekerasan terhadap anak dalam setahun terakhir.

"Perlindungan anak memerlukan kolaborasi lintas sektor dan peran aktif dari semua pihak," ungkap Khairil Anwar. "Komitmen kuat dibutuhkan dari kabupaten yang belum memiliki status KLA, didukung oleh DP3AP2KB Provinsi Bengkulu."

Saat ini, dari 10 kabupaten/kota di Bengkulu, hanya 7 yang telah meraih predikat KLA pratama, sementara 3 lainnya belum memperoleh status yang sama, yakni Kabupaten Bengkulu Tengah, Lebong, dan Kaur.

"Melalui kegiatan penguatan ini, kami mendorong tiga kabupaten tersebut untuk memperkuat komitmen mereka dalam perlindungan anak," jelasnya.

Selain menargetkan status KLA untuk semua kabupaten/kota, Khairil Anwar juga menggarisbawahi upaya peningkatan predikat dari KLA Pratama menjadi KLA Madya untuk Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Selatan.

"Melalui penguatan ini, kami berharap dapat mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi oleh masing-masing kabupaten/kota," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Eri Yulian Hidayat menegaskan bahwa kegiatan Penguatan Gugus Tugas Kabupaten/Kota Layak Anak tidak hanya melibatkan pemerintah daerah, namun juga sektor swasta dan dunia usaha.

"Perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan lembaga perlindungan perempuan dan anak, melainkan tanggung jawab bersama semua pihak, termasuk swasta dan dunia usaha, terutama dari lingkungan keluarga masing-masing," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, dilaksanakan juga pengukuhan Forum Anak Bengkulu, yang diamanatkan sebagai duta di lingkungan sekolah dan kampus untuk memperjuangkan kampanye 'stop kekerasan terhadap perempuan dan anak'.(Adv)

Pewarta : Herdianson

Editimh : Adi Saputra