TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus memperkuat sinergi dengan jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI), khususnya TNI Angkatan Udara, dalam mendukung penguatan sistem pertahanan wilayah. Hal itu tercermin melalui audiensi antara Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, dengan Komandan Pangkalan TNI AU (Lanud) Sri Mulyono Herlambang (SMH) Palembang, Kolonel Penerbang Asep Wahyu Wijaya, M.M.S., di Ruang Rapat Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu, Rabu (22/7).
Pertemuan tersebut bukan hanya menjadi ajang mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga menjadi momentum perkenalan resmi Komandan Lanud SMH yang baru kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu. Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya diketahui mulai mengemban amanah sebagai Komandan Lanud SMH setelah menggantikan Kolonel Pnb Zulfikri Arif Purba, S.Sos., M.S. (NSSS), yang melaksanakan serah terima jabatan pada pertengahan Juni 2026.
Dalam kesempatan itu, Kolonel Pnb Asep memaparkan perkembangan pembangunan Satuan Radar (Satrad) TNI Angkatan Udara yang berlokasi di Kabupaten Bengkulu Selatan. Ia menjelaskan bahwa proyek strategis tersebut saat ini menunjukkan progres yang cukup baik dan telah mencapai sekitar 30 persen.
Menurutnya, pembangunan terus berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. Apabila tidak mengalami kendala berarti, proses konstruksi diperkirakan selesai pada Februari atau Maret 2027, kemudian dilanjutkan dengan tahapan pengujian sebelum mulai dioperasikan pada Mei mendatang.
"Izin, Pak, kami juga menyampaikan progres pembangunan Satrad. Saat ini progresnya sudah mencapai 30 persen. Mudah-mudahan pada Februari atau Maret tahun depan pembangunannya selesai, dan pada Mei sudah dapat mulai difungsikan," ujar Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya.
Keberadaan Satrad TNI AU di Bengkulu Selatan dinilai memiliki peran yang sangat strategis dalam memperkuat sistem pertahanan udara nasional, terutama untuk wilayah Sumatra bagian selatan. Fasilitas ini nantinya akan berfungsi sebagai pusat pemantauan lalu lintas udara sekaligus memperkuat kemampuan deteksi dini terhadap berbagai potensi ancaman yang dapat mengganggu kedaulatan wilayah udara Indonesia.
Selain mendukung operasi pertahanan, sistem radar tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan koordinasi pengawasan wilayah udara sehingga keamanan nasional dapat terjaga secara lebih optimal.
Menanggapi paparan tersebut, Wakil Gubernur Bengkulu Mian menyampaikan apresiasi atas komitmen TNI Angkatan Udara dalam membangun infrastruktur pertahanan di Provinsi Bengkulu. Menurutnya, pembangunan Satrad merupakan investasi strategis yang tidak hanya mendukung kepentingan pertahanan negara, tetapi juga memberikan nilai kebanggaan bagi masyarakat Bengkulu.
Mian berharap pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai sesuai target. Ia juga menginginkan agar peresmian Satuan Radar nantinya dapat dihadiri langsung oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, sebagai bentuk dukungan Pemerintah Provinsi terhadap penguatan sistem pertahanan nasional.
"Kami dari Pemerintah Provinsi Bengkulu mengapresiasi pembangunan Satrad TNI AU yang sudah mulai berjalan. Harapannya, saat peresmian nanti Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, dapat hadir untuk menyaksikan secara langsung peresmian Satrad TNI AU ini," kata Mian.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah dengan TNI menjadi faktor penting dalam menciptakan stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan daerah. Sinergi yang baik diyakini akan memperkuat pelayanan kepada masyarakat sekaligus menjaga kondusivitas wilayah Bengkulu.
Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Selain membahas pembangunan Satrad, kedua belah pihak juga bertukar pandangan mengenai upaya mempererat kerja sama antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dan TNI Angkatan Udara dalam berbagai bidang yang mendukung kepentingan masyarakat maupun negara.
Turut mendampingi Wakil Gubernur Bengkulu dalam pertemuan tersebut Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Khairil Anwar, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bengkulu, Miftarul Ilmi.
Dengan terus berlanjutnya pembangunan Satuan Radar di Bengkulu Selatan, diharapkan sistem pertahanan udara Indonesia semakin kuat, sekaligus menjadi salah satu infrastruktur strategis yang mendukung pengamanan wilayah udara nasional di bagian barat Indonesia.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra