Skip to main content

Bank Indonesia Dukung UMKM: Sari Aren, Produsen Gula Aren Terkemuka di Kabuapten Rejang Lebong

Bank Indonesia Dukung UMKM: Sari Aren, Produsen Gula Aren Terkemuka di Selupu Rejang.Senin (19/2)(ft : Rangga teopongpublik.co.id )

TEROPONGPUBLIK.CO.ID >><< Kantor Perwakilan Bank Indonesia  Provinsi Bengkulu terus mendorong perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayahnya. Salah satu contohnya adalah UMKM Sari Aren yang bergerak dalam produksi gula aren di Desa Air Males Atas, Kecamatan Selupu Rejang, Rejang Lebong.

UMKM Sari Aren, yang menjadi binaan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bengkulu, dikenal sebagai produsen gula aren berkualitas tinggi dengan merek Sari Aren. Selain gula aren original, UMKM ini juga menghadirkan beberapa varian menarik seperti gula aren jahe merah, kopi gula aren, dan gula aren cair.

Pada Senin (19/2/2024),media teropongpublik.co.id mendapatkan kesempatan unik untuk mengintip proses pembuatan gula aren Sari Aren secara langsung. Rumah produksi gula aren ini, terletak di bagian belakang tiga unit ruko yang disatukan, telah mengadopsi teknologi modern dalam seluruh proses produksinya.

Sebagai langkah awal, setiap pengunjung yang memasuki ruang produksi diwajibkan menggunakan hand sanitizer untuk memastikan kebersihan. Semua karyawan yang terlibat dalam proses produksi juga dilengkapi dengan pakaian yang sesuai, sarung tangan plastik, masker, dan topi hairnet, menunjukkan komitmen terhadap standar kebersihan yang tinggi.

Pertama-tama, dilakukan pemilahan gula aren batok yang diperoleh dari petani Desa Air Meles Atas. Tidak semua gula aren batok memenuhi standar untuk diolah menjadi gula aren bubuk. Gula aren batok yang tidak memenuhi kriteria dijual ke pasar bebas, sementara yang memenuhi kriteria akan melalui proses perajangan.

Proses perajangan diperlukan agar gula aren batok bisa dicacah menjadi ukuran yang lebih kecil. Hasil perajangan ini kemudian dikeringkan dalam mesin pengeringan menggunakan mesin oven. Proses pengeringan memakan waktu 5-6 jam dengan suhu maksimal 60 derajat Celsius, bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam gula aren dari 18-20 persen menjadi 3 persen.

"Kadar air ini berpengaruh pada daya tahan gula aren. Semakin rendah kadar air, semakin tahan lama dan awet. Kami menjaga standar 3 persen," ungkap Embang Novianto, staf Sari Aren.

Gula aren yang telah dikeringkan selanjutnya masuk ke mesin penggilingan, menghasilkan gula aren bubuk berkualitas tinggi yang siap dikemas dan dipasarkan. Sehari, rumah produksi Sari Aren mampu menghasilkan hingga 500 kilogram gula aren bubuk dengan omzet per bulan berkisar antara Rp 75 juta hingga Rp 120 juta.

"Gula Sari Aren telah kami pasarkan di seluruh Indonesia, mulai dari Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi," tambah Embang Novianto, menunjukkan bahwa produk ini telah diterima dengan baik oleh pasar nasional.

UMKM Sari Aren tidak hanya memberikan kontribusi ekonomi lokal melalui produksinya tetapi juga menciptakan produk berkualitas tinggi yang dapat bersaing di tingkat nasional. Dengan adopsi teknologi modern dan komitmen terhadap kualitas, UMKM ini menjadi contoh inspiratif bagi UMKM lainnya dalam mengembangkan usahanya.

Pewarta : Rangga

Editing : Adi Saputra 

P

P

P

p

Top of Form