Skip to main content

Baznas Kota Bengkulu Salurkan Bantuan Gizi untuk 157 Anak Berisiko Stunting

Ketua Baznas Kota Bengkulu Habib Abdurahman Alkaf bersama jajaran saat mendukung program pemenuhan gizi bagi 157 anak berisiko stunting di Kota Bengkulu.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Upaya menekan angka stunting di Kota Bengkulu mendapat dukungan dari berbagai pihak. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bengkulu turut mengambil peran melalui penyaluran bantuan makanan bergizi kepada anak-anak yang masuk dalam kategori berisiko mengalami stunting.

Sebanyak 157 anak menjadi sasaran program intervensi pemenuhan gizi yang dilaksanakan Baznas Kota Bengkulu. Bantuan tersebut diberikan kepada keluarga penerima manfaat sebagai bentuk kepedulian terhadap pemenuhan kebutuhan nutrisi anak, terutama pada periode pertumbuhan yang membutuhkan asupan gizi seimbang.

Program tersebut dijalankan Baznas Kota Bengkulu dengan menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Bengkulu. Kolaborasi ini diarahkan agar bantuan yang diberikan dapat menyentuh anak-anak yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi.

Paket bantuan yang disalurkan berisi sejumlah bahan pangan yang memiliki kandungan gizi penting bagi pertumbuhan anak. Di antaranya telur, susu dan berbagai makanan bergizi lainnya. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi tambahan asupan bagi balita sekaligus membantu keluarga memenuhi kebutuhan pangan bergizi sehari-hari.

Ketua Baznas Kota Bengkulu Habib Abdurahman Alkaf mengatakan, perhatian terhadap persoalan stunting tidak cukup dilakukan melalui satu program atau satu lembaga saja. Menurutnya, diperlukan keterlibatan bersama agar anak-anak yang berada dalam kondisi berisiko mendapatkan dukungan secara berkelanjutan.

Ia menjelaskan, pemberian makanan tambahan menjadi salah satu bentuk kontribusi Baznas dalam mendukung agenda pemerintah daerah di bidang kesehatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Pemberian bantuan untuk masyarakat risiko stunting terus kita lakukan. Ini adalah upaya kita membantu pemerintah dalam menekan angka stunting di Kota Bengkulu,” ujar Habib Abdurahman Alkaf, Selasa (22/9/2026).

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan gizi pada masa pertumbuhan anak perlu mendapat perhatian serius. Asupan makanan yang cukup dan berkualitas menjadi salah satu faktor yang mendukung proses tumbuh kembang anak.

Dukungan terhadap langkah Baznas tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Bengkulu sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Bengkulu, Ronny PL Tobing.

Ronny menilai keterlibatan Baznas dapat memperkuat upaya pemerintah dalam memberikan intervensi kepada keluarga yang memiliki anak berisiko stunting. Bantuan pangan bergizi juga diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara langsung, tetapi turut meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya pola konsumsi sehat.

“Kami berharap bantuan tambahan makanan ini dapat secara signifikan meningkatkan asupan gizi anak-anak, sekaligus mengedukasi para orang tua dalam memperkenalkan variasi makanan pokok yang sehat kepada balita mereka,” tutur Ronny.

Selain pemberian bantuan, Pemkot Bengkulu terus melakukan pemantauan terhadap kondisi anak melalui fasilitas pelayanan kesehatan. Status gizi, berat badan dan perkembangan balita dipantau secara berkala melalui posyandu dan puskesmas yang tersebar di berbagai wilayah Kota Bengkulu.

Pemantauan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan intervensi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan anak. Apabila ditemukan adanya persoalan dalam pertumbuhan maupun kondisi gizi, petugas kesehatan dapat melakukan tindak lanjut bersama keluarga.

Sinergi antara Baznas, pemerintah daerah, tenaga kesehatan dan masyarakat menjadi bagian dari upaya memperkuat penanganan stunting di tingkat daerah. Bantuan pangan yang diberikan diharapkan dapat menjadi stimulus bagi keluarga untuk semakin memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi anak.

Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, program penurunan stunting di Kota Bengkulu diharapkan tidak hanya berfokus pada penanganan anak yang sudah mengalami masalah pertumbuhan, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan sejak dini.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra