TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah mengikuti peresmian operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) se-Indonesia yang dilaksanakan secara virtual di Desa Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, Sabtu (16/5/2026). Program nasional tersebut dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur dan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia.
Kegiatan di Bengkulu Tengah dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah, perwakilan Kodim 0407/Kota Bengkulu, perwakilan Polres Bengkulu Tengah, perwakilan Kejaksaan Negeri Bengkulu Tengah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, para kepala OPD, camat, Kepala Desa Pondok Kelapa serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Peluncuran ribuan koperasi desa ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah pusat dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa. Kehadiran KDKMP diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat distribusi pangan dan kebutuhan pokok hingga ke tingkat desa.
Dalam laporan kepada Presiden RI, Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia menyampaikan bahwa hingga pertengahan Mei 2026 sebanyak 9.294 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah selesai dibangun di berbagai daerah di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.061 koperasi dinyatakan siap beroperasi dan diresmikan secara serentak pada hari ini.
Pemerintah pusat sendiri menargetkan sebanyak 30 ribu koperasi desa dapat selesai dan beroperasi hingga 16 Agustus 2026 mendatang. Program tersebut menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa sekaligus meningkatkan ketahanan pangan nasional.
Presiden Republik Indonesia dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan mampu membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Selain itu, koperasi juga diharapkan mampu memotong rantai distribusi yang selama ini menyebabkan harga kebutuhan pangan menjadi tinggi di tingkat masyarakat.
“Melalui koperasi ini, masyarakat desa diharapkan mendapatkan akses terhadap barang bersubsidi sesuai harga acuan pemerintah. Selain itu, rantai pasok pangan menjadi lebih pendek sehingga harga lebih stabil dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” ujar Presiden dalam sambutannya secara virtual.
Presiden juga menekankan bahwa koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi desa dan mampu menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat. Menurutnya, penguatan ekonomi dari desa menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang merata.
Sementara itu, Bupati Bengkulu Tengah menyampaikan apresiasi atas masuknya Kabupaten Bengkulu Tengah sebagai salah satu daerah yang telah memiliki koperasi siap operasional dalam program nasional tersebut. Ia menyebut lima koperasi dari Bengkulu Tengah masuk dalam daftar 1.061 koperasi yang diresmikan langsung Presiden RI.
“Dari 1.061 Koperasi Desa Merah Putih yang diresmikan Presiden di seluruh Indonesia, lima di antaranya berasal dari Bengkulu Tengah. Saat ini total sudah ada 58 titik yang siap dan secara bertahap akan terus diresmikan,” ujar Bupati.
Bupati juga mengajak seluruh pemerintah desa yang belum menyiapkan lahan agar segera berpartisipasi mendukung program tersebut. Menurutnya, Koperasi Desa Merah Putih memiliki manfaat besar bagi masyarakat desa karena tidak hanya menjadi pusat ekonomi, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru.
“Kami mengajak desa-desa yang belum menyiapkan lahan agar segera berlomba-lomba menyediakan lahan, karena program ini sangat baik untuk masyarakat. Koperasi Desa Merah Putih diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menekan harga kebutuhan pokok, serta membuka peluang kerja bagi warga desa,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah optimistis program KDKMP dapat menjadi penggerak ekonomi baru di wilayah pedesaan. Dengan dukungan seluruh pihak, koperasi desa diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Ke depan, keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan tidak hanya menjadi tempat distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga berkembang menjadi pusat usaha masyarakat desa yang produktif dan berkelanjutan.
Pewarta : Hasan
Editing : Adi Saputra