TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<<>>> Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Bengkulu menggelar sosialisasi mengenai bahaya dan dampak bullying, baik secara fisik maupun psikologis, kepada jajaran personel Brimob Polda Bengkulu. Kegiatan berlangsung di Aula Pesat Gatra Satbrimobda Bengkulu dengan melibatkan 60 anggota Brimob dari letting angkatan 45 hingga 52.
Sosialisasi tersebut dipimpin langsung oleh Kasubag Psipers Ro SDM Polda Bengkulu, Kompol Paramita Harumi, S.I.K., didampingi tim psikologi Biro SDM. Dalam kesempatan itu, Kompol Paramita menjelaskan secara rinci mengenai bentuk-bentuk bullying serta risiko serius yang dapat ditimbulkannya, baik terhadap kesehatan fisik maupun mental anggota.
“Bullying dapat memberikan dampak yang sangat serius terhadap kesehatan mental maupun fisik seseorang. Karena itu, penting bagi kita semua untuk memahami cara mencegah, mengatasi, sekaligus menumbuhkan kesadaran agar bullying tidak terjadi di lingkungan kerja,” ujar Kompol Paramita.
Menurutnya, kesadaran kolektif dalam membangun suasana kerja yang sehat akan memberikan kontribusi besar terhadap kualitas kinerja anggota Brimob. Apalagi, personel Brimob dikenal memiliki tugas yang penuh risiko, sehingga kondisi mental yang kuat dan stabil menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan tugas di lapangan.
Kegiatan yang turut didampingi oleh Kasubagrenmin Brimob, AKP Susanto, ini mendapat perhatian antusias dari peserta. Para anggota tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak untuk memahami strategi menghadapi situasi ketika mereka ataupun rekan kerja mengalami tindakan perundungan.
Selain itu, tim psikologi Biro SDM juga memaparkan beberapa studi kasus yang pernah terjadi di lingkungan kerja untuk memberikan gambaran nyata tentang bagaimana bullying bisa memengaruhi hubungan antaranggota. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan personel Brimob dapat lebih peka dan peduli dalam menjaga keharmonisan di kesatuan.
Kompol Paramita menegaskan, menjaga keharmonisan dalam bekerja bukan hanya soal disiplin, tetapi juga soal empati dan saling menghormati antaranggota. “Ketika lingkungan kerja sehat dan saling mendukung, maka kinerja anggota juga akan meningkat. Itulah yang ingin kita bangun bersama di Polda Bengkulu,” imbuhnya.
Sosialisasi ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Polda Bengkulu, khususnya Biro SDM, dalam memberikan perhatian terhadap kesejahteraan dan kesehatan mental anggotanya. Melalui kegiatan rutin seperti ini, diharapkan setiap personel Brimob lebih siap, tangguh, dan profesional dalam menghadapi tantangan tugas, sekaligus mampu menjaga nama baik institusi Polri di tengah masyarakat.
Dengan adanya pemahaman mendalam mengenai dampak bullying, baik individu maupun organisasi akan memperoleh manfaat jangka panjang. Personel yang sehat secara mental dan fisik akan lebih mudah beradaptasi terhadap tekanan tugas, mampu bekerja sama dalam tim, serta menjaga hubungan kerja yang harmonis.
Biro SDM Polda Bengkulu berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang menitikberatkan pada keseimbangan antara keterampilan teknis dan ketahanan psikologis. Hal ini sejalan dengan visi Polri dalam mewujudkan institusi yang humanis, profesional, dan modern.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra