TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kota Bengkulu dalam beberapa hari terakhir membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan. Hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang berpotensi memicu berbagai bencana seperti pohon tumbang, banjir, hingga gelombang tinggi di kawasan pesisir.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, I Made Ardana, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan cuaca dan menyiagakan personel untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana.
Menurut Made, perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba harus menjadi perhatian bersama, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan maupun yang tinggal di daerah rawan banjir.
“Cuaca saat ini cukup ekstrem. Hujan deras dan angin kencang bisa menimbulkan risiko bencana kapan saja. Karena itu kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan selalu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar,” ujar Made, Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan, salah satu ancaman yang sering terjadi saat cuaca buruk adalah pohon tumbang dan robohnya papan reklame akibat terpaan angin kencang. Untuk itu masyarakat diminta tidak berteduh maupun memarkir kendaraan di bawah pohon besar atau baliho yang dinilai rawan roboh.
Selain itu, warga yang tinggal di kawasan rendah dan bantaran sungai diminta untuk aktif memantau debit air, terutama ketika hujan turun dalam waktu cukup lama. Langkah antisipasi dinilai penting guna menghindari risiko banjir luapan maupun banjir kiriman.
“Kami meminta masyarakat yang berada di daerah rawan banjir agar segera melakukan langkah antisipasi apabila debit air mulai meningkat. Keselamatan diri dan keluarga harus menjadi prioritas utama,” tambahnya.
BPBD juga mengingatkan para nelayan dan pelaku wisata bahari agar tidak mengabaikan informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Gelombang tinggi dan angin kencang di perairan dinilai dapat membahayakan keselamatan saat melaut.
Made menuturkan bahwa koordinasi dengan sejumlah instansi terkait terus dilakukan guna memastikan kesiapsiagaan penanganan bencana berjalan optimal. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Bengkulu juga disiagakan selama 24 jam untuk merespons laporan masyarakat.
Tidak hanya itu, BPBD turut mengimbau warga agar segera melapor apabila menemukan kejadian bencana di lingkungan masing-masing. Laporan dapat disampaikan melalui layanan darurat Call Center 112 maupun langsung ke BPBD dan organisasi perangkat daerah terkait.
Menurut Made, partisipasi masyarakat sangat penting dalam mempercepat penanganan di lapangan. Dengan laporan yang cepat, petugas dapat segera turun untuk melakukan evakuasi maupun penanganan awal terhadap dampak bencana.
“Tim kami selalu siap siaga selama 24 jam. Kami berharap masyarakat tidak ragu melapor jika terjadi kondisi darurat agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” jelasnya.
Cuaca ekstrem sendiri diperkirakan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Bengkulu. Karena itu masyarakat diimbau tetap tenang namun tidak lengah terhadap berbagai kemungkinan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Pemerintah Kota Bengkulu melalui BPBD berharap kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana semakin meningkat. Langkah sederhana seperti memperhatikan kondisi cuaca, membersihkan saluran air, serta menghindari lokasi berisiko dinilai dapat meminimalisir dampak bencana.
Dengan kesiapsiagaan bersama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan risiko kerugian maupun korban akibat cuaca ekstrem dapat ditekan semaksimal mungkin.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra