Skip to main content

Bupati Bengkulu Tengah Buka Ruang Kolaborasi untuk Ormas dan Pesantren

Bupati Bengkulu Tengah Buka Ruang Kolaborasi untuk Ormas dan Pesantren

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Ruang Tamu Bupati Bengkulu Tengah, Rabu (5/3/2026), menjadi tempat berlangsungnya dua pertemuan penting antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat. Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, menerima audiensi dari Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri serta Pesantren Yatim Dhuafa dalam waktu yang berurutan.

Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran pejabat Pemkab Bengkulu Tengah, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesbangpol, Plt Kepala BPBD, serta Kepala Bagian Umum. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan bahwa audiensi tidak sekadar silaturahmi, melainkan juga membahas potensi kolaborasi lintas sektor.

Audiensi pertama digelar bersama Senkom Mitra Polri. Dalam kesempatan itu, perwakilan Senkom, Nurhidayat, memaparkan profil organisasi sekaligus program kerja yang telah dan akan dijalankan di wilayah Bengkulu Tengah. Ia menjelaskan bahwa Senkom memiliki fokus pada bidang komunikasi, pengamanan lingkungan, serta dukungan terhadap upaya mitigasi bencana.

Selain memperkenalkan struktur dan kegiatan organisasi, Senkom juga menyampaikan harapan agar sinergi dengan pemerintah daerah dapat diperkuat. Dukungan dalam bentuk arahan, koordinasi, dan pelibatan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dinilai penting guna memaksimalkan peran relawan dalam membantu menjaga ketertiban serta meningkatkan kesiapsiagaan warga menghadapi potensi gangguan keamanan maupun bencana.

Menanggapi paparan tersebut, Bupati Rachmat Riyanto menyampaikan apresiasi atas kontribusi organisasi kemasyarakatan seperti Senkom. Menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga stabilitas wilayah. Partisipasi aktif masyarakat, termasuk melalui wadah organisasi, menjadi elemen penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Ia menegaskan bahwa Pemkab Bengkulu Tengah membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya, sepanjang tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku. “Kolaborasi yang terarah akan memperkuat langkah kita dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Pemerintah tentu menyambut baik upaya masyarakat yang ingin terlibat aktif mendukung pembangunan daerah,” ujar Bupati.

Setelah audiensi dengan Senkom, pertemuan dilanjutkan bersama Pesantren Yatim Dhuafa yang dipimpin oleh Ustad Noviar. Kunjungan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus menyampaikan program-program sosial dan pendidikan yang dijalankan oleh pesantren.

Dalam pemaparannya, Ustad Noviar menjelaskan bahwa pesantren tersebut fokus pada pembinaan anak-anak yatim dan dhuafa melalui pendidikan keagamaan, pembentukan karakter, serta penguatan keterampilan dasar. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan, baik dalam bentuk pembinaan, kemitraan program, maupun fasilitasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Bupati menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menyampaikan bahwa lembaga pendidikan berbasis sosial memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang berakhlak dan mandiri. Terlebih lagi, pesantren yang menampung anak yatim dan dhuafa dinilai turut membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat.

Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan dan perlindungan anak merupakan bagian dari komitmen pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah, lanjutnya, akan terus berupaya mendukung lembaga-lembaga yang memiliki visi sejalan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Keberadaan pesantren dan lembaga sosial seperti ini sangat membantu, khususnya dalam membina anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih. Pemerintah akan mendukung sesuai kemampuan daerah dan mekanisme yang berlaku,” kata Bupati.

Ia juga berharap agar komunikasi antara pemerintah dan pengelola pesantren terus terjalin secara intensif. Dengan koordinasi yang baik, berbagai program sosial dan pendidikan dapat disinergikan sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.

Dua audiensi yang berlangsung dalam satu hari tersebut mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah dalam merangkul seluruh elemen masyarakat. Baik organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang keamanan maupun lembaga pendidikan sosial, keduanya dipandang sebagai mitra strategis dalam mewujudkan daerah yang aman, tertib, serta berdaya saing.

Melalui pola kolaborasi yang inklusif, Pemkab Bengkulu Tengah berharap tercipta harmonisasi antara pemerintah dan masyarakat. Sinergi ini diyakini menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan serta memperkuat fondasi sosial di tengah dinamika tantangan yang terus berkembang.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra