Skip to main content

Dari Masjid Baitul Izzah, Wagub Mian Gaungkan Semangat Berbagi

Dari Masjid Baitul Izzah, Wagub Mian Gaungkan Semangat Berbagi

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Suasana khusyuk dan penuh kehangatan menyelimuti Masjid Baitul Izzah, Kota Bengkulu, saat Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, melaksanakan salat tarawih perdana bersama jajaran pemerintah daerah, Rabu (18/2) malam. Momen ini menjadi penanda dimulainya rangkaian ibadah Ramadan 1447 Hijriah yang secara resmi dimulai pada Kamis (19/2).

Kehadiran orang nomor dua di Provinsi Bengkulu tersebut bukan sekadar memenuhi agenda seremonial. Ia datang bersama para kepala dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu sebagai wujud komitmen mempererat sinergi di awal bulan suci. Barisan saf yang dipenuhi aparatur sipil negara dan masyarakat umum mencerminkan kebersamaan antara pemerintah dan rakyat dalam menyambut bulan penuh berkah.

Dalam suasana religius itu, Mian menyampaikan pesan penting tentang makna Ramadan sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial. Ia menegaskan bahwa bulan suci bukan hanya tentang peningkatan ibadah personal, melainkan juga kesempatan untuk memperluas aksi nyata membantu masyarakat.

“Atas nama Bapak Gubernur, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersatu dan berkolaborasi. Ramadan harus menjadi ruang memperkuat program bantu rakyat, baik dalam dimensi keagamaan, semangat berbagi, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujar Mian kepada jamaah usai salat.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan agar manfaat Ramadan dapat dirasakan lebih luas, terutama oleh masyarakat kurang mampu. Pemerintah Provinsi Bengkulu, lanjutnya, telah menyiapkan berbagai agenda sosial yang difokuskan pada penguatan nilai empati dan gotong royong. Program-program tersebut diharapkan tidak hanya bersifat simbolis, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan riil warga.

Mian juga menekankan pentingnya peran OPD dalam mengimplementasikan kebijakan yang pro-rakyat selama Ramadan. Ia meminta seluruh jajaran birokrasi bekerja lebih responsif, mempercepat pelayanan publik, dan memastikan berbagai bantuan tersalurkan tepat sasaran. Ramadan, katanya, harus menjadi momentum memperbaiki kualitas pelayanan pemerintahan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Di sisi lain, ia mengajak masyarakat memanfaatkan bulan suci untuk mempererat ukhuwah dan menjaga stabilitas sosial. Situasi kondusif dinilai penting agar berbagai aktivitas ibadah dan kegiatan sosial dapat berjalan lancar. Ia berharap masjid-masjid di Bengkulu tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan dan pemberdayaan umat.

Salat tarawih perdana tersebut berlangsung tertib dan khidmat. Jamaah yang memadati masjid tampak antusias mengikuti rangkaian ibadah, mulai dari salat Isya berjamaah hingga witir. Ceramah singkat yang disampaikan setelah tarawih turut mengingatkan pentingnya menjaga keikhlasan dalam beramal serta memperbanyak sedekah.

Ramadan 1447 Hijriah kali ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan spiritual sekaligus sosial bagi masyarakat Bengkulu. Pemerintah provinsi berkomitmen menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan umat, termasuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan di berbagai daerah.

Mian menutup pernyataannya dengan harapan agar seluruh elemen masyarakat dapat menjadikan Ramadan sebagai ajang introspeksi diri dan memperkuat solidaritas. Ia optimistis, dengan kebersamaan dan kerja sama yang solid antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat, berbagai program bantu rakyat dapat berjalan maksimal.
“Semoga Ramadan ini membawa keberkahan bagi daerah kita. Mari kita jadikan bulan suci sebagai kesempatan memperkuat iman sekaligus memperluas kepedulian kepada sesama,” tutupnya.

Dengan semangat kolaborasi yang digaungkan sejak malam pertama, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap nilai-nilai Ramadan tidak berhenti pada ritual, tetapi menjelma menjadi gerakan nyata yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat luas.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra