Skip to main content

Dedy Wahyudi Aktifkan 542 Risma, 5.000 Remaja Siap Ramaikan Masjid

Dedy Wahyudi Aktifkan 542 Risma, 5.000 Remaja Siap Ramaikan Masjid

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>   Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, kembali menegaskan komitmennya dalam membangun karakter generasi muda melalui penguatan peran Remaja Islam Masjid (Risma). Pemerintah Kota Bengkulu berencana menghidupkan kembali organisasi kepemudaan masjid tersebut secara serentak di seluruh wilayah kota, dengan peluncuran resmi dijadwalkan pada 6 Maret 2024.

Langkah ini disebut sebagai strategi nyata untuk membentengi anak-anak muda dari berbagai pengaruh negatif yang semakin kompleks di era digital. Menurut Dedy, pengaktifan Risma bukan sekadar kegiatan simbolis atau seremoni belaka, tetapi gerakan berkelanjutan yang bertujuan memakmurkan masjid sekaligus mencetak generasi yang berakhlak dan berdaya saing.

Ia menyampaikan bahwa seluruh lurah dan pengurus takmir masjid diminta mengambil peran aktif dalam menggerakkan kembali organisasi tersebut. Pemerintah kota juga akan menghadirkan berbagai kegiatan menarik guna mendorong partisipasi remaja, mulai dari lomba bernuansa islami hingga program pembinaan rutin yang terstruktur.

“Ini bukan hanya soal meramaikan masjid, tetapi bagaimana masjid menjadi pusat pembinaan moral dan kreativitas anak muda. Kita ingin ada gerakan besar yang benar-benar terasa dampaknya,” ujar Dedy dalam keterangannya, Jumat (27/2/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun pemerintah kota, terdapat sekitar 542 masjid yang tersebar di seluruh penjuru Kota Bengkulu. Dengan jumlah tersebut, potensi pembinaan generasi muda dinilai sangat besar. Dedy menghitung, apabila setiap masjid mampu melibatkan minimal 10 remaja secara aktif, maka akan terbentuk kekuatan sekitar 5.000 anak muda yang terlibat dalam kegiatan positif dan produktif.

Jumlah tersebut diyakini dapat menjadi modal sosial yang kuat dalam membangun lingkungan yang lebih aman dan religius. Para remaja yang tergabung dalam Risma nantinya tidak hanya dibekali pemahaman keagamaan, tetapi juga dilatih menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing.

Pemerintah kota memandang masjid bukan sekadar tempat ibadah, melainkan pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan pembinaan karakter. Dengan peran Risma yang aktif, diharapkan masjid mampu menjadi ruang aman bagi anak-anak muda untuk menyalurkan minat, bakat, serta kreativitas mereka.

Program ini juga menjadi salah satu langkah strategis dalam menekan angka kenakalan remaja dan tindak kriminalitas yang melibatkan generasi muda. Dedy menegaskan bahwa pembentukan karakter tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat pemerintah, TNI, maupun kepolisian. Peran keluarga, khususnya orang tua, sangat menentukan keberhasilan pembinaan tersebut.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pengurus masjid, tokoh agama, dan keluarga harus berjalan seiring. Tanpa dukungan orang tua, pembinaan di luar rumah akan sulit memberikan hasil yang maksimal. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawasi dan mendukung aktivitas anak-anak mereka di lingkungan masjid.

Sebagai bentuk motivasi, Pemerintah Kota Bengkulu telah menyiapkan sejumlah penghargaan bagi Risma yang aktif dan berprestasi. Tidak hanya hadiah berupa trofi atau uang pembinaan, tetapi juga paket Umrah gratis bagi kelompok Risma terbaik tingkat kota. Program penghargaan ini diharapkan dapat memacu semangat para remaja untuk berkompetisi secara sehat dan produktif.

Dedy berharap, dengan adanya apresiasi tersebut, para remaja semakin terdorong untuk menghadirkan program-program kreatif yang memberi manfaat luas bagi masyarakat. Ia juga optimistis, jika gerakan ini berjalan konsisten, dalam beberapa tahun ke depan Kota Bengkulu akan memiliki generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.

Pengaktifan kembali Risma ini sekaligus menjadi pesan bahwa pembangunan kota tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia. Pemerintah Kota Bengkulu ingin memastikan bahwa generasi muda tumbuh dalam lingkungan yang positif, religius, dan penuh kepedulian sosial.

Dengan peluncuran resmi pada awal Maret nanti, masyarakat menaruh harapan besar agar gerakan ini benar-benar berjalan efektif dan berkelanjutan, bukan sekadar program sesaat. Jika seluruh masjid bergerak dan ribuan remaja terlibat aktif, maka Bengkulu diyakini akan memiliki fondasi moral yang kuat untuk menghadapi tantangan masa depan.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra