TEROPONGPUBLIK.CO.ID >><< Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten X, Yusran Fauzi, ST, bersama para kepala dinas instansi menggelar diskusi di halaman Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pada pukul 10.00 WIB. Diskusi tersebut dilakukan secara santai sambil menikmati kopi dan makanan ringan, di mana para pejabat diminta untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang tengah dihadapi, baik di internal Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun yang menjadi sorotan masyarakat.Rabu (18/1).
Cuaca ekstrim yang diperkirakan akan berlangsung lama menjadi fokus perbincangan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Drs. Shalahudin, mengingatkan akan potensi bencana seperti banjir dan longsor. Contoh nyata yang disampaikan adalah adanya warga yang membangun rumah di pinggir jurang, di mana tanah mulai terlihat longsor akibat penebangan rumpun bambu. Shalahudin berharap agar warga yang terlibat dapat diingatkan terutama dalam izin Mendirikan Bangunan (IMB).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Drs. Rektor Vande Armada, turut menanggapi dengan menyatakan bahwa pelanggaran aturan terkait bangunan bukan hanya terjadi di Kota Curup, tetapi juga di kecamatan lain. Rektor menegaskan bahwa IMB tidak akan diterbitkan untuk bangunan yang melanggar aturan, dan mengharapkan peneguran dapat dilakukan oleh pihak kecamatan melalui Kepala Desa dan Lurah.
Sekda juga mengingatkan Dinas PU untuk lebih proaktif dan aktif dalam menindaklanjuti pelanggaran aturan, terutama terkait dengan IMB. Selain itu, masalah pengelolaan sampah di Kota Curup juga menjadi sorotan. Kepala Dinas Pertanian, Zulkarnain, MT, menyoroti kebersihan lingkungan dan mengingatkan agar tim Pamong Praja yang melakukan pengawasan terhadap titik sasaran, seperti sekolah, perkantoran, rumah sakit, pasar, dan pusat pertokoan, diaktifkan kembali.
Saran Zulkarnain langsung direspons Sekda, yang meminta OPD terkait untuk menelusuri kembali tim Pamong Praja. Sekda juga mengingatkan pedagang buah untuk menyediakan tempat penampungan sampah, sehingga lingkungan di sekitar lokasi penjualan buah tidak tercemar oleh sampah berserakan di pinggir jalan.
Pertanyaan Sekda terkait perkembangan Mal Pelayanan Publik yang dikelola oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) turut menjadi bagian dari diskusi. Mal Pelayanan Publik dijadwalkan akan diluncurkan pada bulan Mei 2024 setelah sejumlah pembenahan lingkungan, seperti pembangunan pagar. Kadis Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dodi Sahdani, S.Sos, M.Si, diminta oleh Sekda untuk menjelaskan kemajuan dan persiapan aplikasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Dodi menyampaikan bahwa persiapan SPBE Kabupaten X mendapat penilaian tertinggi di Provinsi Bengkulu. Sekda kemudian mendorong seluruh OPD untuk menindaklanjuti penerapan aplikasi SPBE, dengan menekankan pentingnya implementasi program tersebut. Pada kesempatan yang sama, Sekda juga mengimbau kepada pejabat yang masih menggunakan seragam Korpri lama untuk segera menggantinya dengan seragam yang baru. Ia menekankan agar seragam yang dikenakan dalam apel bersama bulan depan di halaman Arda harus seragam agar terlihat seragam dan rapi.
Pewarta : Gunawan
Editing : Adi Saputra