TEROPONGPUBLIK.CO.ID >>><<< Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu menyambut baik rencana DPRD Provinsi Bengkulu meluncurkan program ATM Sampah di sekolah menengah atas (SMA) yang tersebar di kabupaten/kota di provinsi tersebut. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan siswa sekaligus mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan.Senin(2/12).
Usin Abdisyah Putra Sembiring, anggota DPRD Provinsi Bengkulu, menyampaikan bahwa program ini merupakan kolaborasi antara DLHK, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), serta Bank Sampah Unit (BSU) di kelurahan. “Program ini bertujuan menciptakan kesadaran berkelanjutan di kalangan pelajar. Di Kota Bengkulu, setiap SMA akan memiliki ATM Sampah yang dikelola BSU setempat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, siswa akan mendapat buku tabungan sampah. Sampah yang disetor ke ATM Sampah akan dikonversi menjadi tabungan berdasarkan jenis dan beratnya. Sampah tersebut kemudian diolah menjadi produk daur ulang, seperti kerajinan atau maggot, sehingga tidak hanya mengurangi limbah tetapi juga menghasilkan nilai tambah.
Kepala DLHK Provinsi Bengkulu, Syafnizar, menyatakan dukungannya terhadap program ini. “Inisiatif ini sangat selaras dengan visi kami untuk mengurangi sampah plastik dan mempromosikan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Selain itu, program ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi siswa,” ungkapnya.

Rencana Perluasan ke SD dan SMP
Ke depan, program ini direncanakan melibatkan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), tergantung ketersediaan anggaran. Dengan perluasan ini, diharapkan semakin banyak pelajar terlibat langsung dalam pengelolaan sampah yang dapat memberikan dampak signifikan terhadap lingkungan.
Menurut Usin, hasil pengelolaan sampah dari program ini juga dapat digunakan untuk edukasi atau kebutuhan lain yang bermanfaat bagi siswa. “Kami optimistis program ini dapat terus berkembang dan melibatkan lebih banyak sekolah,” tambahnya.
Manfaat Lingkungan dan Ekonomi
Selain menjaga lingkungan, program ini juga menawarkan manfaat ekonomi. Tabungan dari pengelolaan sampah dapat digunakan untuk kebutuhan sekolah siswa, seperti alat tulis atau pulsa.
DLHK Provinsi Bengkulu berharap program ini menjadi inspirasi dalam pengelolaan sampah yang melibatkan pelajar sebagai agen perubahan lingkungan. “Melalui program ini, kami yakin Bengkulu akan menjadi lebih bersih dan ramah lingkungan,” tutup Syafnizar.
(ADV)Pewarta :amg
Editing : Adi Saputra