TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu, Sulawesi Utara, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi kondisi cuaca dan perubahan iklim periode 2026–2027.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Niño diprediksi bertahan di Indonesia hingga awal tahun 2027.
Khusus wilayah Sulawesi Utara, awal musim hujan dengan intensitas ringan diperkirakan baru akan berlangsung mulai minggu ketiga Oktober hingga November 2026.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kotamobagu, Noval C. Manoppo, menyampaikan hal tersebut usai mengikuti rapat koordinasi pers bersama BMKG secara virtual.
Ia menekankan bahwa pergeseran musim hujan ini perlu diantisipasi secara serius karena berdampak langsung pada sektor kebencanaan, pangan, lingkungan, dan kesehatan.
Pada sektor kebencanaan, warga diminta mewaspadai potensi kekeringan serta risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sementara untuk sektor pertanian, para petani disarankan merespons perubahan ini dengan penyesuaian strategi tanam.
"Di bidang Kebencanaan, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan. Sementara untuk Sektor Pangan, para petani diharapkan dapat menyesuaikan jadwal tanam dengan kondisi iklim serta mempertimbangkan penggunaan Varietas tanaman yang memiliki siklus tanam lebih pendek," ujar Noval.
Di samping itu, sektor lingkungan diminta menyiapkan langkah mitigasi terhadap potensi penurunan kualitas udara akibat kemarau yang lebih panjang.
Pada sektor kesehatan, Pemkot Kotamobagu mendorong penguatan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) sekaligus memastikan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan guna mengantisipasi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) saat musim hujan mulai turun.
Noval menegaskan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dan pemerintah dalam mengambil tindakan pencegahan sedini mungkin.
"Berbagai langkah antisipasi tersebut penting dilakukan sejak dini agar pemerintah bersama masyarakat dapat meminimalkan dampak yang mungkin timbul akibat perubahan kondisi musim. Kita perlu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan sejak sekarang, sehingga ketika kondisi musim berubah, pemerintah dan masyarakat sudah memiliki langkah antisipasi yang diperlukan," tuturnya. ***