TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Reses perdana masa sidang 2026 dimanfaatkan Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi NasDem, Drs. Riuslan Paguci , M.Si, untuk turun langsung menyapa warga di daerah pemilihan (Dapil) II Gading Cempaka. Kegiatan penjaringan aspirasi tersebut digelar di Kelurahan Sidomulyo, Senin (16/02/26), dengan fokus utama pada persoalan infrastruktur yang hingga kini masih menjadi keluhan dominan masyarakat.
Dalam pertemuan itu, Riuslan menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal tahunan, melainkan ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dan konstituennya. Menurutnya, sebagian besar aspirasi yang disampaikan warga berkaitan dengan perbaikan sarana dasar, seperti irigasi, drainase, jalan lingkungan, hingga pembangunan jembatan kecil di kawasan permukiman.
“Ada empat usulan prioritas dari Dapil II yang sudah masuk dalam daftar rencana Dinas PUPR tahun ini. Namun realisasinya tetap harus menyesuaikan kondisi anggaran. Kita belajar dari tahun sebelumnya, ketika efisiensi membuat beberapa program tertunda,” ujar Riuslan di hadapan warga.
Ia menjelaskan, arah pembangunan Kota Bengkulu tahun 2026 memang menitikberatkan pada pemerataan infrastruktur. Hal itu sejalan dengan visi dan misi Wali Kota Bengkulu yang menjadikan pembangunan fisik sebagai salah satu prioritas utama demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Riuslan juga mengingatkan kembali tiga fungsi utama anggota legislatif, yakni pengawasan, legislasi, dan penganggaran. Fungsi pengawasan, kata dia, diwujudkan melalui kontrol terhadap kebijakan pemerintah daerah, termasuk pengelolaan parkir dan pengawasan peredaran minuman keras. Sementara di bidang legislasi, DPRD turut menyusun dan mengesahkan peraturan daerah, seperti regulasi pengelolaan sampah. Adapun dalam fungsi budgeting, DPRD berperan dalam membahas dan menyetujui alokasi anggaran pembangunan.
Salah satu aspirasi yang mencuat dalam reses tersebut disampaikan Riskan, warga Timur Indah RT 21. Ia mempertanyakan kejelasan proposal pembangunan rabat beton di Jalan Timur Indah 5 Gang Mentari 4 yang telah diajukan sejak 2024 namun belum juga terealisasi. Jalan sepanjang kurang lebih 147 meter dengan lebar empat meter itu dinilai mendesak karena kondisinya memprihatinkan.
“Kami sudah lama menunggu. Apakah akan diusulkan kembali atau bagaimana kejelasannya?” tanya Riskan.
Selain rabat beton, warga juga mengusulkan sejumlah proyek lain, seperti pembangunan siring tertutup dari Timur Indah 4 menuju Timur Indah 3, rehabilitasi siring di depan rumah warga Timur Indah 4 dan 4A, pembangunan siring polos di Garuda 2 Kompi, serta pembangunan siring hingga TPU Kembang Tanjung. Warga berharap setidaknya sebagian dari rencana tersebut dapat direalisasikan tahun ini.
Menanggapi hal itu, Riuslan memastikan bahwa usulan rabat beton tersebut sudah masuk daftar prioritas bersama empat item lainnya. Namun ia mengakui keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama. “Kita tetap perjuangkan. Jika belum bisa seluruhnya, minimal sebagian bisa direalisasikan. PUPR akan melakukan evaluasi dan menentukan skala prioritas sesuai kebutuhan paling mendesak,” jelasnya.
Dukungan juga datang dari Ketua RW 03 sekaligus Ketua Forum RT/RW Sidomulyo, Ali Muzar. Ia menyampaikan bahwa berbagai usulan pembangunan telah disampaikan berjenjang melalui kelurahan dan kecamatan. Bahkan, ia mengaku sempat menerima informasi dari pihak PUPR bahwa sejumlah ruas jalan, termasuk di RT 21, direncanakan akan diaspal pada 2026.
“Saya mendapat informasi langsung bahwa beberapa titik dari RT 22 sampai RT 21 akan diaspal tahun 2026. Kami berharap informasi ini benar dan bisa terealisasi,” kata Ali.
Riuslan merespons dengan komitmen untuk mengawal setiap aspirasi yang telah disampaikan masyarakat. Ia menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pihak eksekutif agar program yang telah dijanjikan tidak berhenti sebatas wacana.
“Kami di DPRD punya tanggung jawab moral dan politik untuk memastikan aspirasi warga tidak hilang begitu saja. Semua akan kita kawal sesuai mekanisme dan kemampuan anggaran daerah,” tegasnya.
Reses ini pun menjadi bukti bahwa komunikasi dua arah antara masyarakat dan wakil rakyat tetap terjaga. Warga berharap sinergi tersebut mampu mempercepat pemerataan pembangunan di Sidomulyo dan wilayah Dapil II Gading Cempaka secara keseluruhan.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra