TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Dengan mengusung tema ‘Semarak Muharam Bengkulu’, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan secara resmi membuka Festival Tabut 2025 pada Jumat malam (27/6/2025), di Lapangan Sport Center Pantai Panjang, Kota Bengkulu. Perhelatan budaya tahunan ini dibuka dengan prosesi simbolis penabuhan dol secara serentak oleh Gubernur Helmi bersama Wakil Gubernur Rosjonsyah, para kepala daerah dari kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu, serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Suasana pembukaan berlangsung meriah dan penuh antusiasme dari masyarakat. Ribuan warga memadati kawasan Sport Center sejak sore hari demi menyaksikan langsung pembukaan festival yang akan digelar selama sepuluh hari, dari tanggal 27 Juni hingga 6 Juli 2025.
Gubernur Helmi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Festival Tabut tahun ini. Ia menyebut festival ini bukan hanya milik masyarakat Kota Bengkulu, melainkan milik seluruh warga provinsi.
“Atas nama Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota dan Kabupaten se-Bengkulu, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah berkontribusi dan memberikan doa sehingga acara ini dapat terlaksana dengan baik. Kepada tamu-tamu undangan dari kementerian dan provinsi tetangga, kami ucapkan salam hormat dan penghargaan setinggi-tingginya,” ujar Helmi.
Turut hadir dalam acara pembukaan sejumlah tokoh penting, di antaranya Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si., Kepala BIN Daerah, Danlanal Bengkulu, perwakilan dari Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Ketua DPRD Provinsi, serta anggota DPR RI Dapil Bengkulu, Hj. Destita. Tak hanya dari dalam daerah, sejumlah tamu kehormatan dari kementerian turut hadir, termasuk perwakilan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Pertanian, dan Kementerian PUPR.
Acara juga diwarnai dengan kehadiran utusan khusus Gubernur Sumatera Selatan serta perwakilan dari Gubernur Jambi, yang turut menyaksikan kekayaan budaya Bengkulu dalam gelaran akbar tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Murlin Hanizar, menjelaskan bahwa Festival Tabut merupakan salah satu agenda budaya unggulan daerah yang sejalan dengan visi Gubernur Helmi Hasan dalam mengangkat nilai-nilai tradisi dan budaya lokal ke tingkat nasional, bahkan internasional.
“Festival ini adalah milik seluruh masyarakat Bengkulu. Tahun ini kita hadirkan lebih banyak konten dan kegiatan yang lebih meriah, inklusif, dan penuh makna. Tidak hanya prosesi budaya tabut, tapi juga berbagai lomba dan pentas seni,” jelas Murlin.
Beberapa kegiatan yang dijadwalkan selama Festival Tabut 2025 antara lain lomba musik dol yang diikuti oleh 40 sanggar seni, lomba tari kreasi daerah, lomba fotografi bertema budaya, serta lomba telong-telong yang menjadi ciri khas perayaan malam di Bengkulu. Tak kalah menarik, festival ini juga akan menghadirkan pertunjukan seni dan budaya dari Provinsi Aceh sebagai bentuk kolaborasi antar daerah dalam memperkuat persatuan melalui seni budaya.
Selain pertunjukan, semangat kebersamaan juga diwujudkan melalui kegiatan sosial seperti zikir akbar, makan gratis setiap hari di dapur umum yang telah disiapkan panitia, hingga makan akbar terbesar yang akan menjadi bagian dari agenda utama di malam puncak festival nanti.
“Insya Allah zikir akbar akan menjadi penutup sekaligus penyejuk rohani kita dalam menyambut Tahun Baru Islam. Tahun ini kita juga menghadirkan Fashion Show khusus bagi penyandang disabilitas, sebagai bentuk kepedulian dan pemberdayaan mereka dalam ranah budaya,” tambah Murlin.
Festival Tabut yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini terus dikembangkan agar menjadi magnet pariwisata Bengkulu. Selain sebagai media pelestarian budaya, acara ini juga menjadi sarana perputaran ekonomi masyarakat melalui kehadiran UMKM lokal, pedagang kuliner, dan pelaku ekonomi kreatif.
Dengan suasana pembukaan yang begitu meriah, masyarakat Bengkulu menaruh harapan besar agar Festival Tabut tahun ini dapat menjadi ajang promosi budaya yang efektif, sekaligus memperkuat jati diri daerah dalam bingkai semangat Muharam dan keberagaman budaya Indonesia.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra