Skip to main content

Festival Tabut 2026 Ditargetkan Tarik 250 Ribu Wisatawan, Bengkulu Siapkan Dampak Ekonomi Rp25 Miliar

Festival Tabut 2026, Festival Tabut Bengkulu, wisata Bengkulu, target wisatawan Bengkulu, Karisma Event Nusantara, UMKM Bengkulu, pariwisata Bengkulu, budaya Bengkulu, ekonomi kreatif Bengkulu.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Pemerintah Provinsi Bengkulu menargetkan sekitar 250 ribu kunjungan wisatawan selama penyelenggaraan Festival Tabut 2026 yang akan berlangsung pada 16 hingga 26 Juni 2026. Target tersebut mencakup wisatawan domestik maupun mancanegara sebagai upaya memperkuat sektor pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

Komitmen tersebut dibahas dalam rapat koordinasi persiapan Festival Tabut 2026 yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, di Ruang Pola Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (8/6). Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, unsur TNI dan Polri, organisasi perangkat daerah, hingga berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan festival budaya terbesar di Bengkulu tersebut.

Dalam rapat tersebut, berbagai aspek teknis dan strategis menjadi fokus pembahasan. Mulai dari pengaturan arus lalu lintas, kesiapan lokasi kegiatan, pengamanan acara, dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga proyeksi dampak ekonomi yang diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sekda Bengkulu Herwan Antoni menegaskan bahwa kesuksesan Festival Tabut tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung yang hadir, tetapi juga dari manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat dan dunia usaha lokal.

Menurutnya, kolaborasi seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, komunitas budaya, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.

“Festival Tabut merupakan agenda budaya sekaligus aset pariwisata daerah. Karena itu diperlukan sinergi seluruh pihak agar pelaksanaannya berlangsung aman, tertib, sukses, dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Herwan Antoni.

Festival Tabut sendiri merupakan tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Bengkulu. Tradisi ini menjadi bagian dari peringatan Tahun Baru Islam dan memiliki nilai sejarah serta budaya yang kuat. Seiring perkembangan waktu, Tabut tidak hanya menjadi ritual budaya, tetapi juga berkembang menjadi magnet wisata yang mampu menarik ribuan pengunjung setiap tahunnya.

Pemerintah Provinsi Bengkulu optimistis festival tahun ini akan menarik wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, promosi yang lebih masif juga diarahkan untuk menjangkau wisatawan mancanegara, khususnya dari kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga Eropa yang memiliki ketertarikan terhadap wisata budaya dan tradisi.

Untuk meningkatkan daya tarik pengunjung, Festival Tabut 2026 akan menghadirkan beragam kegiatan pendukung. Selain prosesi adat Tabut yang menjadi acara utama, masyarakat dan wisatawan juga akan disuguhkan berbagai pertunjukan seni tradisional, pameran budaya, bazar kuliner khas daerah, pameran produk unggulan UMKM, hingga beragam atraksi ekonomi kreatif.

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkenalkan kekayaan budaya Bengkulu kepada khalayak yang lebih luas sekaligus menjadi sarana promosi bagi produk-produk lokal.

Dari sisi ekonomi, penyelenggaraan Festival Tabut 2026 diproyeksikan memberikan kontribusi signifikan terhadap perputaran uang di daerah. Pemerintah memperkirakan nilai transaksi ekonomi selama festival berlangsung dapat mencapai Rp25 miliar.

Potensi ekonomi tersebut berasal dari berbagai sektor, seperti perdagangan, kuliner, transportasi, perhotelan, jasa wisata, hingga industri kreatif. Tidak hanya itu, festival ini juga diperkirakan melibatkan sekitar 500 pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, lebih dari 1.000 tenaga kerja, serta sekitar 3.000 seniman dan pelaku budaya yang akan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu bersama jajaran terkait terus melakukan berbagai persiapan guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan sesuai rencana. Promosi digital, penguatan layanan wisata, serta peningkatan kenyamanan pengunjung menjadi bagian dari strategi yang tengah disiapkan.

Festival Tabut memiliki posisi penting dalam kalender pariwisata nasional. Sejak tahun 2018, event budaya ini telah masuk dalam program Karisma Event Nusantara (KEN), sebuah daftar event unggulan nasional yang dinilai memiliki daya tarik budaya kuat dan mampu memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui penyelenggaraan Festival Tabut 2026, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap citra daerah sebagai destinasi wisata budaya unggulan semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. Selain menjaga kelestarian warisan budaya, festival ini juga diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Bengkulu.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra