Skip to main content

Geger di Lemeu! Anjing Diduga Rabies Gigit Warga, Akhirnya Dibunuh Masyarakat

Geger di Lemeu! Anjing Diduga Rabies Gigit Warga, Akhirnya Dibunuh Masyarakat

TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Warga Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, dibuat geger oleh kemunculan seekor anjing yang diduga terjangkit rabies pada Jumat (05/06/2026). Kepanikan warga semakin meningkat setelah seekor anjing tersebut dilaporkan menggigit satu orang warga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, anjing tersebut menunjukkan perilaku tidak normal dan meresahkan masyarakat sekitar. Setelah terjadi insiden gigitan terhadap seorang warga, masyarakat setempat bergerak cepat dan akhirnya membunuh anjing tersebut guna mencegah kemungkinan adanya korban lainnya.

Peristiwa ini langsung menjadi perhatian warga Desa Lemeu dan sekitarnya. Mengingat rabies merupakan penyakit berbahaya yang dapat menular melalui gigitan hewan yang terinfeksi, masyarakat berharap adanya penanganan cepat dari pihak terkait.

Warga meminta instansi yang membidangi kesehatan hewan dan peternakan segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap kasus tersebut, termasuk memastikan apakah anjing yang telah dibunuh tersebut benar-benar terjangkit rabies.

"Kami berharap ada tindakan cepat dari pemerintah dan petugas kesehatan agar masyarakat mendapatkan kepastian serta tidak terjadi penyebaran penyakit yang lebih luas," ujar salah seorang warga.

Sementara itu, warga yang menjadi korban gigitan diharapkan segera mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur guna mengantisipasi risiko penularan rabies. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap hewan yang menunjukkan gejala agresif atau perilaku tidak biasa.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait hasil pemeriksaan terhadap anjing yang diduga rabies tersebut. Namun demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan hewan yang menunjukkan gejala mencurigakan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap hewan peliharaan maupun hewan liar guna mencegah ancaman penyakit yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat.

Pewarta: Harlis Sang Putra 

Editing: Adi Saputra