Skip to main content

Gempa Bumi dan Tsunami Mengancam Bengkulu, BMKG Gelar Sekolah Lapang Kesiapsiagaan

Menurut Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Kepahiang, Anton Sugiharto, hingga November 2023, sudah tercatat sebanyak 520 kali kejadian gempa di wilayah tersebut,di Hotel Grage Bengkulu (ft : Gunawan teropongpublik.co.id )

TEROPONGPUBLIK.CO.ID >><< Dalam menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami yang sangat potensial, Kota Bengkulu, yang terletak di pesisir pantai barat Sumatera, tengah menggalakkan persiapan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam tersebut. Dengan panjang garis pantai mencapai 525 kilometer, wilayah ini terpapar langsung oleh cincin api atau ring of fire, yang meningkatkan potensi terjadinya gempa bumi dengan kekuatan besar.

Menurut Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Kepahiang, Anton Sugiharto, hingga November 2023, sudah tercatat sebanyak 520 kali kejadian gempa di wilayah tersebut. Hal ini mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bengkulu untuk aktif melakukan langkah-langkah edukasi kepada masyarakat dalam menghadapi potensi gempa bumi dan tsunami.

Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, BMKG Bengkulu menggelar sebuah kegiatan edukasi, yang diberi nama "Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami," yang berlangsung di Hotel Grage Bengkulu dari tanggal 30 November hingga 1 Desember 2023. Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menciptakan kader-kader masyarakat yang siap tanggap dan responsif saat terjadi gempa bumi.

"Dengan kegiatan ini, diharapkan masyarakat akan memahami langkah-langkah yang harus diambil saat terjadi gempa bumi, terutama yang berpotensi tsunami. Mereka akan terlatih untuk mengikuti prosedur evakuasi yang dapat meminimalisir jumlah korban," ujar Daryono.

Sekitar 50 peserta dari berbagai elemen masyarakat, seperti BPBD Provinsi dan Kota Bengkulu, Kominfo, Satpol PP, media massa, sekolah, lurah, TNI, dan Polri, mengikuti kegiatan ini. Pada hari pertama, peserta mendapatkan pemahaman mengenai gempa bumi dan kesiapsiagaan, termasuk diskusi tentang standar operasi prosedur dalam menghadapi dua skenario, yaitu gempa besar berpotensi tsunami dan gempa kecil.

Sementara pada hari kedua, peserta terlibat dalam simulasi evakuasi. Mereka diberikan pengetahuan untuk membaca peta evakuasi dan mengetahui jarak titik kumpul dari lokasi bencana, sehingga diharapkan dapat merespons dengan cepat dan tepat saat keadaan darurat terjadi.

Langkah-langkah edukasi yang dilakukan oleh BMKG Bengkulu ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami yang selalu mengintai wilayah pesisir Bengkulu. Dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan yang tepat, diharapkan potensi dampak buruk dari bencana alam ini dapat diminimalisir.

Pewarta : Gunawan

Editing : Adi Saputra 

Top of Form