Skip to main content

Gubernur Bengkulu Ajak Masyarakat Bersatu Lawan Kerusakan Hutan

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, menyoroti masalah serius yang tengah melanda Provinsi Bengkulu, yaitu tingginya tingkat kerusakan hutan.di Balai Raya Semarak .Jumat (2/2)9ft : Herdianson teropongpublik.co.id )

TEROPONGPUBLIK.CO.ID >><< Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, menyoroti masalah serius yang tengah melanda Provinsi Bengkulu, yaitu tingginya tingkat kerusakan hutan. Beliau mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama melakukan rehabilitasi hutan guna mencegah dampak buruk, seperti banjir, yang mungkin terjadi akibat musim hujan dengan intensitas tinggi.

"Saat ini kita harus waspada, terutama dengan musim hujan yang membawa potensi banjir yang cukup tinggi di Bengkulu. Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Bengkulu bersama-sama telah menyediakan jutaan bibit, termasuk di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kehutanan kita. Oleh karena itu, kita membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat untuk menanam dan merehabilitasi hutan secara bersama," ujar Gubernur Rohidin dalam konferensi pers di Balai Raya Semarak pada 1 Februari 2024.

Gubernur Rohidin menegaskan bahwa UPTD Kehutanan Provinsi Bengkulu telah menyiapkan bibit-bibit pohon yang siap ditanam untuk mengatasi tingkat kerusakan hutan yang semakin mengkhawatirkan.

Menurut data yang dirilis oleh Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi, Provinsi Bengkulu telah kehilangan luas hutan sekitar 8.306 hektar akibat perubahan tutupan hutan. Gubernur Rohidin mengungkapkan bahwa tingkat kerusakan hutan saat ini mencapai hampir 13%, dan perlu adanya kewaspadaan bersama serta langkah nyata untuk menjaga kelestarian hutan.

"Kita sadar bahwa tingkat kerusakan hutan cukup tinggi, bahkan mencapai hampir 13%. Dengan kondisi lahan yang rusak, kita harus berhati-hati dan bersama-sama menjaga keberlanjutan hutan," tambah Gubernur Rohidin.

Langkah-langkah konkret perlu diambil untuk mengatasi masalah ini, dan partisipasi aktif dari masyarakat Bengkulu dianggap sebagai kunci utama dalam upaya rehabilitasi hutan. Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan kerusakan hutan dapat diminimalkan, dan ekosistem alam dapat dipulihkan untuk kesejahteraan bersama. Gubernur Rohidin berharap agar ajakan ini dapat menciptakan kesadaran kolektif dan menjadi langkah awal bagi perubahan positif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di Provinsi Bengkulu.

Pewarta : Hardianson 

Editing : Adi Saputra Top of Form