TEROPONGPUBLIK.CO.ID -Dalam merayakan Hari Guru Nasional dan HUT ke-78 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Gubernur Rohidin Mersyah memusatkan perhatian pada penanaman nilai-nilai positif kepada anak-anak. Menurutnya, masa sekolah bukan hanya soal pengetahuan dalam kelas, tapi juga tentang sikap, perilaku, motivasi, dan kemandirian.
"Guru dan orangtua perlu menjadi contoh bahwa kebaikan adalah inti dari pembelajaran. Kita harus menanamkan nilai-nilai tersebut kepada anak-anak kita untuk mencegah perundungan dan kekerasan," ungkap Gubernur Rohidin di Gedung Serba Guna Provinsi Bengkulu.
Ketua PGRI Provinsi Bengkulu, Haryadi, menyatakan perhatian terhadap fenomena perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah, baik oleh pelajar maupun oknum guru. Dalam rangkaian perayaan HGN dan HUT ke-78 PGRI, dilakukan berbagai kegiatan positif, termasuk seminar nasional, untuk memberikan pemahaman kepada para pendidik dalam mencegah perilaku negatif tersebut.
Seminar ini menjadi langkah awal untuk membuka wawasan bagi para guru dalam mencegah bullying di lingkungan sekolah. Diharapkan, upaya ini akan membantu menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari perundungan dan kekerasan.
Pewarta: Herdianson
Editing. : Adi Saputra