TEROPONGPUBLIK.CO.ID >><< Gubernur Bengkulu, Prof. Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, M.M.A, menghadiri peresmian Gedung Teaching Factory di SMK Negeri 1 Rejang Lebong pada Sabtu sore (27/1). Acara ini menjadi momen bersejarah yang juga dihadiri oleh Bupati Rejang Lebong Drs. H. Syamsul Effendi, MM, Forkopimda Rejang Lebong, perwakilan dari PT. Isuzu Bengkulu, Ahmad Apriyanto, para guru, kepala desa, lurah, dan undangan lainnya.
Selain meresmikan gedung Teaching Factory, Gubernur Bengkulu turut menyerahkan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp9.627.431.900 secara simbolis. DAK ini akan digunakan untuk persiapan SMK Negeri 1 Rejang Lebong menjadi Board of Director (BOD) daerah. Proses penyerahan DAK juga disertai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara SMK dan kepala desa serta lurah.
Dalam sambutannya, Gubernur Rohidin menyampaikan, “Dokumen dana alokasi khusus diserahkan untuk peralatan pembelajaran tenaga listrik, dan sekaligus kita menyaksikan penandatanganan perjanjian kerjasama antara SMK dengan kepala desa dan lurah.” Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasional di daerah.

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Rejang Lebong, Acep Suparman, S.Pi., M.Pd, berbicara tentang visi ke depan sekolahnya. Menurutnya, target untuk tahun 2024 adalah mengadakan kelas industri baik dalam negeri maupun internasional. “Kami sedang merancang kerjasama internasional dengan negara Jepang dan Jerman. Banyak siswa kita yang telah berangkat ke Jerman, dan tahun ini, kita akan merintis kerjasama dengan industri Jepang. Insya Allah, satu bulan ke depan, kita akan menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan industri Jepang,” ungkap Acep.
Lebih lanjut, Acep juga memaparkan bahwa kerjasama dengan industri nasional telah dijalin, khususnya dengan PT. Isuzu Bengkulu. Selain itu, kerjasama dengan desa dan kelurahan juga sudah dilakukan dan akan terus ditindaklanjuti. "MOU dengan desa dan kelurahan sudah kita lakukan, dan akan ditindaklanjuti kerjasamanya dengan cara penanganan karakter siswa. Pembinaan karakter itu sangat penting, dan kolaborasi dengan para kepala desa dan lurah sangat diperlukan," tutup Acep.
Peresmian Gedung Teaching Factory dan penyerahan DAK ini diharapkan dapat menjadi pendorong kemajuan pendidikan vokasional di SMK Negeri 1 Rejang Lebong. Kolaborasi antara sekolah, industri, dan pemerintah daerah diharapkan mampu menciptakan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Pewarta : Gunawan
Editing : Adi Saputra