TEROPONGPUBLIK.CO.ID >><< Gubernur Rohidin Mersyah mengungkapkan kepeduliannya terhadap musibah kebakaran yang melanda Bengkulu Utara beberapa hari lalu, terutama karena peristiwa tersebut bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Dalam upaya membantu korban-korban kebakaran, Gubernur Rohidin bersama dengan Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu Edwar Heppy, perwakilan BAZNAS Bengkulu, serta perwakilan BPBD Provinsi Bengkulu mengunjungi rumah-rumah warga yang terdampak musibah.
Menyuarakan solidaritas dan simpati, Gubernur Rohidin menyampaikan bantuan berupa sembako, uang tunai, tenda, kasur, dan perlengkapan anak-anak atas nama Pemerintah Provinsi Bengkulu. Dalam kunjungannya, ia juga memberikan pesan penghiburan kepada para korban, meminta agar mereka tetap kuat dalam menghadapi cobaan yang menimpa.
"Tolong dikuatkan keluarganya dan hal seperti ini sangat membantu korban kebakaran di samping bantuan material yang kita berikan," ujar Gubernur Rohidin, menegaskan pentingnya kepedulian bersama dalam mengatasi dampak musibah.

Dua titik lokasi kebakaran dikunjungi oleh tim bantuan gubernur. Pertama, rumah-rumah yang terbakar di Desa Sawang Lebar, Kecamatan Tanjung Agung Palik, Bengkulu Utara. Kedua, Terminal Desa Marga Sakti, Kecamatan Padang Jaya, Bengkulu Utara. Di kedua lokasi tersebut, bantuan berupa sembako, kasur, tenda, terpal, cangkul, dan uang tunai disalurkan kepada para korban.
Tidak hanya memberikan bantuan, Gubernur Rohidin juga menyoroti upaya pencegahan untuk menghindari kebakaran serupa di masa mendatang. Ia mendorong masyarakat dan pemerintahan tingkat desa untuk melakukan pemeriksaan instalasi listrik secara berkala. Rohidin mengusulkan agar anggaran dana desa dialokasikan untuk membiayai inspeksi instalasi listrik secara kolektif guna mengurangi risiko kebakaran, terutama pada rumah-rumah semi permanen yang rawan terhadap kabel tidak standar.
"Kami minta kepada pak kades buat gerakan tingkat desa dan kelurahan untuk memeriksa instalasi listrik agar musibah kebakaran dari instalasi listrik dapat ditekan," tegas Rohidin.
Musibah kebakaran pertama kali terjadi di Terminal Desa Marga Sakti pada Minggu (17/3), yang menyebabkan kerugian pada beberapa bangunan di lokasi tersebut. Sementara itu, kebakaran kedua terjadi di rumah warga Sawang Lebar pada Selasa (19/3), hanya berselang satu hari setelah peristiwa kebakaran di terminal desa tersebut. Kejadian ini menjadi pukulan berat bagi masyarakat Bengkulu Utara, terutama karena terjadi di tengah bulan suci Ramadhan yang penuh berkah.
Pewarta : Herdianson
Editing : Adi Saputra