Skip to main content

Gubernur Helmi Hasan Imbau Warga Waspada, Namanya Dicatut untuk Janjikan Jabatan

Gubernur Helmi Hasan Imbau Warga Waspada, Namanya Dicatut untuk Janjikan Jabatan

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<>>>   Nama Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, kembali disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Kali ini, pelaku beraksi dengan mengirim pesan melalui aplikasi WhatsApp, mengatasnamakan “Tim Merah Putih” dan menjanjikan jabatan kepada sejumlah pihak. Aksi penipuan ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Helmi Hasan menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki utusan atau tim khusus yang ditugaskan untuk mengurus jabatan atau mutasi pegawai. Ia mengimbau seluruh masyarakat, ASN, serta pihak-pihak lain agar selalu waspada terhadap modus penipuan semacam ini.

“Saya tegaskan, tidak ada utusan, baik yang mengatasnamakan tim maupun pihak lain, untuk urusan jabatan. Semua proses kepegawaian dilakukan secara resmi melalui mekanisme yang sah,” ujar Helmi Hasan, Senin (20/10).

Helmi mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap siapapun yang mengaku sebagai perantara gubernur atau pihak yang bisa membantu mendapatkan posisi tertentu di pemerintahan dengan imbalan uang. Menurutnya, praktik semacam itu bukan hanya menipu, tetapi juga mencoreng integritas birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu.

“Jangan percaya kalau ada yang meminta setoran atau uang untuk jabatan maupun kegiatan lainnya. Itu jelas penipuan,” tegasnya.

Helmi mengungkapkan, pihaknya telah menerima sejumlah laporan dari ASN yang dihubungi oleh seseorang dengan nomor telepon 0887-0656-6184. Orang tersebut mengaku sebagai bagian dari Tim Merah Putih dan menjanjikan jabatan tertentu jika korban bersedia memenuhi sejumlah permintaan.

“Beberapa ASN sudah melapor ke saya. Mereka dihubungi oleh seseorang yang mengaku membawa nama saya dan menjanjikan jabatan. Saya minta siapa pun yang mengalami hal serupa segera melapor ke pihak berwenang,” jelas Helmi.

Gubernur dua periode itu menegaskan, seluruh kebijakan kepegawaian di Pemerintah Provinsi Bengkulu dilakukan secara terbuka, sesuai aturan, dan tidak bisa dipengaruhi oleh pihak manapun. Ia menambahkan, praktik jual beli jabatan adalah tindakan melanggar hukum dan tidak akan ditoleransi.

“Semua urusan pemerintahan dan kepegawaian hanya dilakukan secara resmi dan transparan. Tidak ada jalur belakang atau perantara,” ujarnya.

Helmi juga memberikan nomor pribadinya kepada publik sebagai bentuk keterbukaan dan untuk memudahkan masyarakat melakukan konfirmasi jika menemukan hal mencurigakan.

“Kalau ada yang mengaku sebagai tim saya atau mengatasnamakan Gubernur Bengkulu, jangan percaya. Bisa langsung konfirmasi ke saya melalui WhatsApp di nomor 0811-737-646,” tutupnya.

Pemerintah Provinsi Bengkulu kini berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menelusuri pelaku yang mencatut nama gubernur. Helmi Hasan berharap, masyarakat dapat lebih berhati-hati dan tidak mudah tergiur janji manis dari pihak yang tidak jelas. Upaya ini diharapkan menjadi langkah bersama dalam menjaga integritas serta mencegah praktik penipuan yang merugikan masyarakat dan pemerintah.

Pewarta : Amg

Editing ;  Adi Saputra