Skip to main content

HPN 2026 di Banten Jadi Refleksi Peran Pers Meski Presiden Prabowo Tak Hadir

HPN 2026 di Banten Jadi Refleksi Peran Pers Meski Presiden Prabowo Tak Hadir

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Rangkaian puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Kota Serang, Provinsi Banten, diwarnai kekecewaan ribuan wartawan dari berbagai daerah di Indonesia. Ketidakhadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam acara pembukaan HPN menjadi sorotan utama dan memicu reaksi spontan dari para insan pers yang telah lama menantikan kehadiran kepala negara tersebut.

Presiden Prabowo yang sedianya diharapkan membuka langsung kegiatan HPN 2026, diketahui tidak dapat hadir dan diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar. Kehadiran Muhaimin Iskandar didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara lainnya, antara lain Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, serta Ketua MPR RI Ahmad Muzani.

Namun demikian, absennya Presiden Prabowo tetap menimbulkan rasa kecewa mendalam di kalangan peserta. Bahkan, sesaat setelah acara pembukaan dimulai, sejumlah wartawan terlihat meninggalkan lokasi kegiatan sebagai bentuk ekspresi kekecewaan. Mereka menilai kehadiran Presiden memiliki makna simbolik dan historis yang kuat bagi peringatan Hari Pers Nasional.

Beberapa wartawan secara terbuka menyampaikan kekecewaannya. Mereka mengaku telah menempuh perjalanan jauh dengan harapan dapat bertatap langsung dengan Presiden. “Rasanya kurang greget kalau Presiden tidak hadir. Padahal ribuan wartawan sudah berkumpul di sini,” ujar salah satu wartawan. Wartawan lain juga menyayangkan keputusan tersebut dan menilai momen HPN seharusnya mendapat perhatian khusus dari kepala negara.

Menanggapi situasi tersebut, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Ahmad Munir, memberikan penjelasan kepada seluruh peserta. Ia menyampaikan bahwa ketidakhadiran Presiden Prabowo bukan tanpa alasan. Menurutnya, Presiden sedang menjalankan agenda kenegaraan yang sangat penting dan tidak dapat ditinggalkan.

Munir menegaskan bahwa meskipun Presiden berhalangan hadir, HPN 2026 tetap merupakan momentum yang membanggakan. Ia menyebutkan bahwa kehadiran sejumlah menteri kabinet serta tamu undangan dari negara sahabat, termasuk Malaysia, merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap insan pers nasional. “Ini tetap menjadi kehormatan bagi kita semua. Pemerintah hadir dan mendukung pers,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ahmad Munir mengajak seluruh wartawan untuk memaknai Hari Pers Nasional sebagai ruang refleksi bersama. Ia mengingatkan bahwa pers memiliki peran historis yang sangat penting sejak awal berdirinya bangsa Indonesia. Pers tidak hanya berfungsi sebagai industri informasi, tetapi juga sebagai salah satu pilar pembangunan nasional yang berkontribusi dalam menjaga demokrasi dan kepentingan publik.

Munir juga menekankan bahwa kritik yang disampaikan pers kepada pemerintah bukanlah bentuk kebencian, melainkan wujud tanggung jawab moral agar jalannya pemerintahan tetap berada pada rel yang benar. Dalam puncak acara HPN 2026, PWI turut menyerahkan tujuh buku dengan berbagai kategori kepada Gubernur Banten, Andra Soni, sebagai simbol kontribusi pers dalam pengembangan literasi dan pemikiran kebangsaan.

Sementara itu, Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat dalam deklarasi persnya menyampaikan bahwa PWI merupakan organisasi wartawan tertua di Indonesia yang terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ia menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam memimpin arus informasi di tengah masyarakat.

Komaruddin juga menyoroti pentingnya keadilan dalam distribusi iklan agar media massa, khususnya media lokal dan daerah, dapat terus bertahan. Selain itu, ia mengingatkan bahwa tantangan utama pers ke depan adalah menjaga kepercayaan publik atau media trust di tengah derasnya arus informasi digital.

Meski diwarnai kekecewaan, peringatan HPN 2026 di Banten tetap menjadi pengingat akan pentingnya peran pers sebagai penjaga nurani publik dan mitra strategis dalam pembangunan bangsa.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra