Skip to main content

HPN 2026, Gubernur Bengkulu Dorong Pers Jadi Pilar Demokrasi yang Beretika

HPN 2026, Gubernur Bengkulu Dorong Pers Jadi Pilar Demokrasi yang Beretika

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>> Gubernur Bengkulu menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 kepada seluruh insan pers di Tanah Air. Momentum tahunan ini dinilainya bukan sekadar perayaan, melainkan ruang refleksi bersama untuk meneguhkan kembali peran pers sebagai pilar demokrasi yang bekerja dengan hati nurani, menjunjung etika, serta berpihak pada kepentingan publik.

Dalam pernyataannya, Gubernur menegaskan bahwa karya jurnalistik yang lahir dari kejujuran dan nurani akan selalu menemukan tempat di tengah masyarakat. Ia meyakini, berita yang disusun dengan niat baik dan tanggung jawab moral akan mampu memberi dampak positif, meski dihadapkan pada dinamika dan tekanan zaman.

“Berita yang ditulis dengan nurani, dengan kejujuran, insya Allah akan sampai pada pembacanya. Pers harus tetap berdiri di atas kebenaran dan tidak tergoda oleh kepentingan sesaat,” ujar Gubernur Bengkulu, Selasa (10/2).

Ia menyoroti tantangan besar yang dihadapi dunia pers saat ini, khususnya di era digital yang ditandai dengan arus informasi sangat cepat dan masif. Menurutnya, kemajuan teknologi membawa peluang sekaligus ancaman bagi praktik jurnalistik. Di satu sisi, informasi dapat disebarkan dengan lebih luas dan cepat, namun di sisi lain, risiko penyebaran informasi keliru juga semakin tinggi.

Gubernur mengingatkan bahwa kecepatan tidak boleh mengorbankan akurasi. Ia menilai, pers dituntut untuk tetap profesional, independen, dan berimbang di tengah kompetisi media serta tekanan algoritma digital yang sering kali mengedepankan sensasi.

“Cepat itu penting, tetapi benar jauh lebih penting. Tanpa verifikasi yang kuat, berita justru bisa menyesatkan dan merugikan masyarakat,” tegasnya.

Oleh karena itu, ia menekankan bahwa prinsip cek dan ricek, keberimbangan narasumber, serta pemisahan yang tegas antara fakta dan opini harus tetap menjadi fondasi utama dalam kerja jurnalistik. Ia berharap insan pers tidak larut dalam praktik pemberitaan yang hanya mengejar klik, tetapi tetap berorientasi pada nilai edukasi dan kepentingan publik.

Selain itu, Gubernur Bengkulu juga memberikan apresiasi atas peran pers sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Menurutnya, pers memiliki posisi penting dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat, sekaligus menjadi pengawas sosial yang memastikan jalannya pemerintahan tetap transparan dan akuntabel.

Ia menilai hubungan antara pemerintah dan pers harus dibangun secara sehat dan saling menghormati. Pers yang kritis, kata dia, bukanlah lawan pemerintah, melainkan bagian dari ekosistem demokrasi yang membantu memperbaiki kebijakan dan pelayanan publik.

“Pers yang kuat, kritis, namun bertanggung jawab sangat dibutuhkan agar pembangunan berjalan terbuka dan aspirasi masyarakat dapat tersalurkan dengan baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gubernur berharap peringatan Hari Pers Nasional 2026 dapat menjadi titik tolak bagi insan pers, khususnya di Provinsi Bengkulu, untuk terus meningkatkan kualitas dan integritas pemberitaan. Ia mendorong jurnalis untuk terus mengasah kompetensi, memperkuat literasi digital, serta menjaga kepercayaan publik yang menjadi modal utama keberlangsungan pers.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat tidak dibangun dalam waktu singkat, tetapi dapat runtuh jika pers mengabaikan etika dan tanggung jawab profesi. Karena itu, komitmen terhadap kode etik jurnalistik harus terus dijaga di tengah perubahan lanskap media.

“Pers yang mencerahkan, berimbang, dan beretika akan selalu dibutuhkan oleh masyarakat. Itulah ruh dari Hari Pers Nasional,” pungkasnya.

Dengan semangat HPN 2026, insan pers diharapkan mampu terus menjadi penyampai informasi yang akurat, penyeimbang kekuasaan, serta penjaga nurani publik demi kemajuan demokrasi dan pembangunan daerah yang berkeadilan.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra