Skip to main content

Abdul Hafizh Pimpin PMI Kepahiang 2026–2031, Fokus Perkuat Donor Darah dan Relawan Bencana

Ketua PMI Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, mengukuhkan Abdul Hafizh bersama pengurus dan Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Kepahiang periode 2026–2031 di Gedung Command Center Pemerintah Kabupaten Kepahiang,

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kepahiang memasuki babak kepemimpinan baru setelah Ir. H. Abdul Hafizh, M.Si., resmi dikukuhkan sebagai ketua untuk masa bakti 2026–2031. Kepengurusan baru ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kemanusiaan, memperluas jangkauan donor darah, serta memperkuat kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi bencana.

Pengukuhan pengurus dan Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Kepahiang tersebut dilakukan langsung oleh Ketua PMI Provinsi Bengkulu, Dr. H. Herwan Antoni, di Gedung Command Center Pemerintah Kabupaten Kepahiang, Rabu.

Dalam menjalankan amanah organisasi selama lima tahun ke depan, Abdul Hafizh telah menyiapkan sejumlah agenda prioritas. Penguatan pelayanan donor darah, pembentukan bank darah, pengembangan kader hingga tingkat kecamatan, serta peningkatan kemampuan relawan menjadi fokus utama kepemimpinannya.

Abdul Hafizh menilai, keberadaan PMI memiliki peran penting dalam mendukung pemerintah, terutama ketika masyarakat membutuhkan bantuan di bidang kesehatan, penanganan bencana, maupun pelayanan sosial kemanusiaan.

“Pada masa kepemimpinan ini, kami akan fokus pada pelayanan donor darah secara rutin dengan melibatkan ASN, TNI/Polri, dan masyarakat. Ini menjadi salah satu upaya membantu masyarakat yang membutuhkan darah, sekaligus mendorong pembentukan bank darah,” ujarnya.

Salah satu perhatian utama pengurus baru adalah memastikan pelayanan donor darah dapat berjalan secara rutin dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Menurut Abdul Hafizh, ketersediaan darah merupakan kebutuhan mendasar dalam pelayanan kesehatan yang memerlukan dukungan berbagai pihak.

Karena itu, PMI Kabupaten Kepahiang berencana meningkatkan partisipasi aparatur sipil negara, personel TNI dan Polri, serta masyarakat umum melalui kegiatan donor darah berkala.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ketersediaan stok darah sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya donor darah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Selain kegiatan donor darah, rencana pembentukan bank darah juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pelayanan kemanusiaan. Pelaksanaannya tentu memerlukan koordinasi dengan fasilitas kesehatan dan pihak terkait agar pengelolaan serta distribusi darah dapat berjalan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Abdul Hafizh juga menyoroti pentingnya memperkuat struktur organisasi dan kaderisasi relawan hingga tingkat kecamatan. Dengan jangkauan yang lebih luas, PMI diharapkan dapat merespons kebutuhan masyarakat secara lebih cepat, terutama ketika terjadi keadaan darurat.

Menurutnya, relawan merupakan ujung tombak pelayanan PMI di lapangan. Oleh sebab itu, pembinaan dan peningkatan keterampilan harus menjadi bagian penting dari program kerja organisasi.

Kesiapan menghadapi bencana turut menjadi perhatian khusus. Relawan perlu dibekali kemampuan yang memadai agar dapat membantu proses mitigasi, tanggap darurat, serta kegiatan kemanusiaan lainnya dengan tetap mengutamakan keselamatan.

“PMI harus memiliki kader yang tangguh dalam menghadapi bencana. Kita mengetahui bahwa bencana tidak dapat diprediksi, sehingga kesiapan relawan menjadi penting untuk membantu pemerintah dalam mitigasi dan penanganan kebencanaan,” kata Abdul Hafizh.

Penguatan sumber daya manusia tersebut juga akan diarahkan kepada generasi muda melalui upaya mengaktifkan kembali Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah-sekolah. Program ini diharapkan mampu menanamkan kepedulian sosial, semangat gotong royong, dan nilai kemanusiaan sejak dini.

Ketua PMI Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kepahiang, jajaran PMI, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan pengukuhan pengurus dan Dewan Kehormatan periode 2026–2031.

Ia berharap kepengurusan baru mampu menjalankan tanggung jawab dengan integritas, keikhlasan, dan dedikasi tinggi. PMI juga didorong menjadi organisasi yang profesional, solid, transparan, dan akuntabel dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Herwan menegaskan bahwa pelayanan donor darah, penanggulangan bencana, edukasi kesehatan, serta berbagai kegiatan sosial perlu dijalankan secara berkelanjutan.

Ia turut mengingatkan pentingnya pembinaan relawan, tata kelola organisasi yang transparan, dan penyusunan program kerja dengan sasaran yang jelas. Menurutnya, keberhasilan PMI tidak hanya ditentukan oleh kemampuan internal organisasi, tetapi juga oleh kuatnya kerja sama dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat.

Sementara itu, Bupati Kepahiang, Zurdi Nata, melalui Asisten Bidang Pembangunan, Musi Dayan, menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus PMI Kabupaten Kepahiang yang baru dikukuhkan.

Pemerintah kabupaten berharap kepengurusan tersebut segera membangun koordinasi dengan perangkat daerah dan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi itu dinilai penting untuk mendukung program kesehatan, sosial, pelayanan donor darah, serta penanganan keadaan darurat.

Musi Dayan menyampaikan bahwa pemerintah daerah mengharapkan PMI dapat berperan aktif dalam menjawab kebutuhan masyarakat melalui program yang terarah dan memberikan manfaat nyata.

Dengan kepemimpinan Abdul Hafizh untuk periode 2026–2031, PMI Kabupaten Kepahiang diharapkan semakin kuat sebagai organisasi kemanusiaan. Konsistensi program, kesiapan relawan, serta dukungan lintas sektor akan menjadi faktor penting dalam mewujudkan pelayanan yang cepat, tepat, dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Catatan redaksi: Naskah sumber yang diberikan terputus pada bagian akhir sambutan Musi Dayan. Berita ini disusun berdasarkan informasi yang tersedia tanpa menambahkan kutipan atau pernyataan yang belum terkonfirmasi.

Pewarta : C1

Editing : Adi Saputra