BENGKULU UTARA.TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<>> Konflik warga Bengkulu Utara versus PT. Pamor Ganda akhirnya menemui kata sepakat setelah sebelumnya sempat berakhir kerusuhan dan penangkapan warga. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah turun langsung menemui manajemen PT. Pamor Ganda dan masyarakat dari 5 desa penyangga di Kecamatan Ketahun Bengkulu Utara.Hal ini dilakukan untuk menyelesaikan konflik berkepanjangan yang dimulai sejak 2019 hingga berujung pada penahanan masyarakat karena terjadi pengrusakan akibat demostrasi di lokasi perkebunan.(27/07/2022)
Menyikapi hal tersebut Kapolres Kabupaten Bengkulu Utara AKBP Andy Pramudya Wardana,S.I.K,MM menjelaskan akan kita proses dengan prosedur karena pelaporan juga udah di cabut oleh pihal pelapor namun tetap kita proses ,kami juga berharap hal tersebut jangan sampai terulang kembali apalagi yang mengarah ke anarkis dan juga sudah berupaya berulangkali dan berbagailangkah untuk mempasilitasi untuk mediasi secara persuasif,maka dengan itu mari kita bersama-sama ciptakan dan serta menjaga kedamaian ,ketenteraman sebagai upaya terjaganya kondusifitas dan stabilitas dearah kabupaten Bengkulu Utara.

“Kepada masyarakat,pihak perusahan juga kepolisian yang ada di Kabupaten Bengkulu Utara jangan sampai terpicu dan terprovokasi oleh kepentingan kelompok – kelompok yang tertebtu,dan apabila ada ada masalah seperti itu kita selesaikan baik – baik dengan Musyawara dan masih banyak cara untuk menyelesaikan permasalahan,tambah kapolres.
Dengan adanya kehadiran Kehadiran Gubernur Rohidin bersama beberapa Kepala OPD Pemprov Bengkulu, Kanwil BPN Provinsi Bengkulu penyelesaian konfik ini menemui kata kesepakatan,tapi juga berharap sekali lagi kepada pihak masyarakat,Perusahan dan sebagainya terus jaga keamana dan kenyamanan diKabupaten kita,karena keamanan dan kenyamanan itu kita bersama yang menjaga dan menciptakanya,pungkas kapolres.(kabiro)