Skip to main content

Banjir Terparah Landa Desa Lemeu, Tanpa Korban Jiwa Namun Ekonomi Warga Terpukul

Warga Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, mulai melakukan kegiatan bersih-bersih pascabanjir, Senin, 6 April 2026 pukul 09.25 WIB.

‎TEROPONGPUBLIK.CO.ID — Banjir terparah kembali melanda Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya, Kabupaten Lebong, pada Minggu (5/4/2026). Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, dampak banjir tersebut cukup besar terhadap kondisi ekonomi dan kehidupan masyarakat setempat.

‎Berdasarkan pantauan langsung Tim DPD LSM Gerindo Lebong di lapangan, sejumlah kendaraan bermotor milik warga terendam air hingga mengalami kerusakan. Selain itu, persediaan beras warga juga ikut terendam banjir, sehingga berpotensi mengganggu kebutuhan pangan harian.

‎Tidak hanya itu, stok bibit palawija yang telah disiapkan untuk musim tanam dilaporkan hanyut dan rusak akibat terjangan air. Hal ini diperkirakan akan berdampak pada produktivitas pertanian warga dalam waktu dekat.

‎Ketua DPD LSM Gerindo Lebong, Elfi Ansori, B.Sc, menyampaikan bahwa meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian yang dialami masyarakat tidak bisa dianggap kecil.

‎“Ini merupakan banjir terparah. Walaupun tidak ada korban jiwa, dampak ekonominya sangat terasa. Kendaraan rusak, beras terendam, dan bibit pertanian hilang. Ini harus segera mendapat perhatian serius,” ujarnya.

‎Ia juga menegaskan bahwa seluruh data dan informasi yang disampaikan merupakan hasil pantauan langsung tim di lapangan. Selain itu, perlu diketahui bahwa LSM Gerindo Lebong telah resmi dan memiliki legalitas, dengan telah menerima SKKO dari Bupati Lebong melalui Kesbangpol Lebong.

‎Pihak LSM berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat dan konkret, baik dalam bentuk bantuan langsung kepada warga terdampak maupun solusi jangka panjang seperti normalisasi sungai dan peningkatan sistem drainase.

‎Saat ini, air mulai berangsur surut dan warga mulai melakukan pembersihan serta pemulihan secara mandiri.

Pewarta: Harlis Sang Putra 

Editing: Adi Saputra