TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kota Bengkulu terus mematangkan langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah. Salah satu terobosan yang akan segera diperkenalkan kepada publik adalah Belungguk Point, sebuah kawasan ekonomi baru yang dirancang dengan konsep modern dan berbasis digital. Kawasan ini tidak hanya difungsikan sebagai pusat hiburan dan kuliner, tetapi juga diproyeksikan menjadi motor penggerak transformasi ekonomi kreatif di Kota Bengkulu.
Peluncuran Belungguk Point nantinya akan menjadi tonggak penting penerapan konsep Kampung Digital di ruang publik. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu, Nelawati, menjelaskan bahwa kawasan ini dirancang untuk mendorong inklusi digital secara nyata di tingkat komunitas, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Salah satu inovasi utama yang diterapkan di Belungguk Point adalah digitalisasi sistem pembayaran. Seluruh pelaku UMKM yang terlibat diwajibkan menggunakan transaksi nontunai melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kota Bengkulu bekerja sama dengan Bank Bengkulu untuk memfasilitasi sistem pembayaran digital tersebut.
“Seluruh pelaku UMKM yang terlibat di Belungguk Point telah bekerja sama dengan Bank Bengkulu untuk melayani transaksi nontunai menggunakan QRIS,” ujar Nelawati, Selasa (23/12). Menurutnya, penerapan QRIS di kawasan ini diharapkan mampu memberikan kemudahan sekaligus kenyamanan bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung.
Dengan sistem pembayaran digital, pengunjung tidak perlu lagi membawa uang tunai dalam jumlah besar. Proses transaksi dapat dilakukan dengan cepat dan aman hanya melalui ponsel pintar. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan digital di tengah masyarakat.
Kehadiran Kampung Digital di Belungguk Point juga bertujuan membantu UMKM lokal untuk naik kelas. Dengan mengadopsi teknologi finansial, para pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha, memperluas pasar, serta memperkuat daya saing di tengah ketatnya persaingan ekonomi modern.
Tidak hanya fokus pada aspek digital, Pemerintah Kota Bengkulu juga menaruh perhatian besar pada penataan kawasan. Aspek estetika, kenyamanan, dan kebersihan menjadi prioritas utama agar Belungguk Point tampil sebagai ruang publik yang tertata rapi dan menarik. Sejumlah aturan ketat pun diberlakukan bagi para pedagang yang beroperasi di kawasan tersebut.
Berdasarkan ketentuan yang ditetapkan, pelaku UMKM hanya diperbolehkan berjualan menggunakan food truck, food motor, atau mobil yang telah dilakukan branding khusus. Penataan ini bertujuan menciptakan keseragaman visual sehingga kawasan terlihat lebih modern dan berdaya tarik tinggi bagi wisatawan.
Selain itu, pedagang dilarang melakukan aktivitas memasak maupun mencuci peralatan di lokasi. Seluruh makanan harus disajikan dalam kondisi siap saji dengan kemasan sekali pakai. Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga kebersihan lingkungan, mencegah penumpukan sampah, serta menghindari genangan limbah di kawasan Belungguk Point.
Dengan integrasi antara teknologi digital, pemberdayaan UMKM, serta manajemen kawasan yang tertata, Belungguk Point diproyeksikan menjadi model percontohan pengembangan kawasan ekonomi kreatif di Kota Bengkulu. Ke depan, konsep serupa diharapkan dapat diterapkan di wilayah lain guna mendorong pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra