TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Kabupaten Seluma kini memiliki destinasi wisata baru yang tumbuh secara alami dari inisiatif masyarakat. Sebuah bendungan irigasi yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai penyuplai air bagi ribuan hektare persawahan, kini menjelma menjadi lokasi rekreasi favorit warga. Setiap akhir pekan, kawasan bendungan ini dipadati pengunjung dari berbagai kecamatan bahkan dari luar daerah.
Bendungan yang terletak di wilayah sentra pertanian Seluma tersebut awalnya dibangun untuk mengatur aliran air ke lahan sawah. Namun seiring waktu, kawasan sekitar bendungan terlihat semakin asri. Aliran air yang jernih, pemandangan hijau di sekelilingnya, serta udara yang sejuk membuat banyak warga tertarik datang sekadar melepas penat.
Fenomena ini berkembang pesat dalam beberapa bulan terakhir. Media sosial ikut mendorong popularitas bendungan tersebut setelah sejumlah pengunjung mengunggah foto dan video saat mandi, bermain air, atau menikmati panorama alam di sekitarnya. Tak butuh waktu lama, lokasi ini pun viral dan menjadi tujuan wisata alternatif yang murah dan mudah dijangkau.
Pada hari libur, ratusan hingga ribuan orang terlihat memadati area bendungan. Mereka datang bersama keluarga, teman, maupun rombongan. Anak-anak tampak bermain air di bagian yang dangkal, sementara orang dewasa memilih duduk di tepian sambil menikmati semilir angin dan suara gemericik air. Banyak pula pengunjung yang memanfaatkan momen ini untuk berswafoto dengan latar belakang bendungan yang membentang megah.
Seorang warga Seluma, Andi (32), mengaku sering datang ke lokasi tersebut bersama keluarganya. Menurutnya, bendungan ini memberikan pengalaman liburan yang berbeda dibandingkan tempat wisata buatan. “Airnya segar, pemandangannya alami, dan tidak perlu biaya mahal. Kami bisa bersantai sambil menikmati alam,” ujarnya.
Meningkatnya jumlah pengunjung juga membawa dampak positif bagi warga sekitar. Sejumlah masyarakat mulai membuka usaha kecil seperti warung makanan, penyewaan ban pelampung, hingga penjualan minuman dan jajanan. Aktivitas ekonomi ini perlahan tumbuh dan memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga di sekitar bendungan.
Meski demikian, perubahan fungsi bendungan menjadi tempat wisata juga memunculkan tantangan tersendiri. Keamanan dan kebersihan menjadi perhatian utama. Karena bendungan pada dasarnya merupakan infrastruktur vital untuk pertanian, aktivitas wisata harus tetap memperhatikan keselamatan serta kelancaran distribusi air ke sawah.
Pemerintah daerah dan aparat desa setempat mulai berkoordinasi untuk mengatur kunjungan masyarakat. Imbauan keselamatan dipasang di beberapa titik, terutama di area yang memiliki arus deras atau kedalaman tinggi. Warga juga diminta menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Kepala desa setempat menyatakan bahwa pihaknya mendukung berkembangnya bendungan sebagai destinasi wisata, selama tetap memperhatikan fungsi utama sebagai sarana irigasi. Ia berharap ke depan lokasi ini dapat dikelola lebih baik, baik dari segi fasilitas, keamanan, maupun kenyamanan pengunjung.
Dengan potensi alam yang dimiliki, bendungan irigasi di Seluma bukan hanya menjadi penopang sektor pertanian, tetapi juga membuka peluang baru di bidang pariwisata. Jika dikelola dengan tepat, tempat ini bisa menjadi ikon wisata lokal yang memberi manfaat ekonomi sekaligus memperkenalkan keindahan alam Seluma kepada khalayak yang lebih luas.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra