TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Upaya memperkuat peran aparatur sipil negara (ASN) setelah memasuki masa purna tugas terus digalakkan di Kabupaten Bengkulu Tengah. Salah satu langkah konkret dilakukan oleh Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Bengkulu Tengah dengan menggelar audiensi bersama Rachmat Riyanto, Senin (23/2/2025).
Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja bupati itu dipimpin langsung oleh Ketua PWRI Bengkulu Tengah, Darmawan Yakub. Suasana dialog tampak akrab dan penuh semangat kolaborasi. Agenda utama yang dibahas adalah permohonan data ASN yang akan memasuki masa pensiun dalam waktu dekat.
Menurut Darmawan, data tersebut sangat penting bagi PWRI untuk menyusun langkah pembinaan secara terarah. Ia menilai, masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian seorang ASN. Justru, fase tersebut menjadi momentum baru untuk tetap berkontribusi bagi daerah melalui pengalaman dan kapasitas yang telah ditempa selama bertahun-tahun.
“Banyak ASN yang memiliki keahlian, jaringan, dan rekam jejak panjang dalam birokrasi. Potensi ini tidak boleh terhenti hanya karena status kepegawaian berakhir. Kami ingin menyiapkan wadah agar mereka tetap aktif dan produktif,” ujar Darmawan.
Ia menjelaskan, dengan adanya data ASN yang akan pensiun, PWRI dapat melakukan pendekatan lebih awal. Pendampingan sejak pra-pensiun dinilai penting agar para calon purnabakti tidak mengalami kebingungan saat memasuki masa transisi. Selain itu, organisasi juga dapat menyiapkan program yang relevan dengan latar belakang dan kompetensi masing-masing anggota.
Darmawan menambahkan, penguatan organisasi wredatama di daerah bukan hanya bertujuan menjaga silaturahmi antaranggota. Lebih dari itu, PWRI ingin memastikan para pensiunan tetap memiliki ruang aktualisasi diri, baik melalui kegiatan sosial, pendidikan, maupun pemberdayaan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Rachmat Riyanto menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif PWRI. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah memandang pensiunan ASN sebagai aset berharga yang tetap memiliki peran strategis dalam pembangunan.
“Pengabdian tidak berhenti ketika seseorang memasuki masa pensiun. Justru pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para purna ASN dapat menjadi sumber inspirasi serta referensi dalam berbagai program pembangunan daerah,” ungkapnya.
Bupati juga menilai, perhatian terhadap kesejahteraan dan keberdayaan pensiunan merupakan bagian dari tata kelola pemerintahan yang humanis. Pemerintah, kata dia, tidak hanya bertanggung jawab saat ASN masih aktif, tetapi juga perlu memastikan mereka tetap merasa dihargai setelah purna tugas.
Dalam audiensi tersebut, turut dibahas rencana program kerja PWRI ke depan. Beberapa di antaranya meliputi pelibatan anggota dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, dukungan terhadap dunia pendidikan melalui program berbagi pengalaman, serta pendampingan bagi masyarakat dalam bidang administrasi dan pelayanan publik.
Bupati berharap, sinergi antara pemerintah daerah dan PWRI dapat terjalin secara berkelanjutan. Ia membuka ruang koordinasi lebih intensif agar data ASN yang akan pensiun dapat dikelola secara akurat dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan organisasi.
“Kolaborasi ini penting agar proses transisi menuju masa purna tugas berjalan lancar dan bermartabat. Kita ingin para ASN yang pensiun tetap sejahtera, aktif, serta menjadi teladan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antar kedua belah pihak. PWRI dan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah sepakat membangun pola kerja sama yang lebih sistematis, sehingga para ASN yang memasuki masa purna bakti dapat dipersiapkan dengan matang.
Dengan langkah ini, diharapkan keberadaan pensiunan ASN tidak hanya menjadi bagian dari sejarah birokrasi daerah, melainkan tetap menjadi motor penggerak dalam berbagai kegiatan sosial dan pembangunan. Sinergi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat terus berlanjut, bahkan setelah masa dinas resmi berakhir.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Sapitra