Skip to main content

Desa Tanah Hitam Raih Juara SADESAHE, Pemprov Bengkulu Kucurkan Hadiah Rp1 Miliar

Desa Tanah Hitam Raih Juara SADESAHE, Pemprov Bengkulu Kucurkan Hadiah Rp1 Miliar

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Desa Tanah Hitam, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, menorehkan prestasi gemilang dengan menyabet peringkat pertama dalam Program Satu Desa Satu Hektare Jagung Hibrida (SADESAHE). Atas capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu memberikan apresiasi berupa hadiah sebesar Rp1 miliar yang diserahkan langsung oleh Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dalam kegiatan Panen Raya Jagung, Kamis (29/1).
Penghargaan ini menjadi simbol keberhasilan desa dalam mengoptimalkan sektor pertanian sekaligus membuktikan bahwa penguatan pangan dapat dimulai dari tingkat akar rumput.

Gubernur Helmi Hasan menegaskan bahwa SADESAHE merupakan salah satu program strategis yang dirancang untuk mendorong kebangkitan sektor pertanian desa, sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat ketahanan pangan.
“Program ini bukan sekadar kompetisi, tetapi gerakan bersama untuk membangun kemandirian pangan. Desa Tanah Hitam berhasil membuktikan bahwa pertanian, jika dikelola serius, bisa menjadi sumber kesejahteraan yang nyata,” ujar Helmi.

Menurutnya, keterlibatan aktif pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat desa menjadi kunci sukses pelaksanaan program. Melalui konsep minimal satu hektare lahan tanam di setiap desa, Pemprov Bengkulu ingin memastikan bahwa setiap wilayah memiliki kontribusi langsung terhadap ketersediaan bahan pangan.

Helmi juga menambahkan bahwa fokus program ke depan tidak hanya terbatas pada jagung, tetapi akan diperluas pada komoditas lain seperti cabai, tomat, dan tanaman umbi-umbian. Langkah ini diharapkan mampu menekan ketergantungan pasokan dari luar daerah serta meminimalisasi dampak fluktuasi harga bahan pokok.
“Kalau desa-desa mandiri pangan, maka kita tidak mudah terguncang oleh krisis. Mulai dari desa, kita bangun kekuatan nasional,” tegasnya.

Terkait hadiah Rp1 miliar yang diterima Desa Tanah Hitam, Gubernur mengimbau agar dana tersebut tidak dibagi secara tunai kepada warga, melainkan digunakan untuk memperluas aset desa, khususnya di bidang pertanian. Menurutnya, membeli lahan baru untuk dikelola bersama jauh lebih bermanfaat dalam jangka panjang.

“Dana ini sebaiknya dijadikan investasi. Jika bisa dibelikan lahan, maka desa akan punya aset produktif yang terus menghasilkan, bukan habis dalam waktu singkat,” jelas Helmi.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun mendatang target program akan ditingkatkan, dari satu hektare menjadi dua hektare per desa. Dengan demikian, diharapkan semakin banyak desa yang memiliki basis pertanian kuat dan berkelanjutan.

Sebelum panen raya dilaksanakan, kegiatan diawali dengan peletakan batu pertama pembangunan Tugu Jagung. Tugu tersebut direncanakan menjadi ikon sekaligus penanda keberhasilan program SADESAHE di Bengkulu.
Sementara itu, Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Ia menilai program SADESAHE berhasil membangun semangat gotong royong antara aparat, petani, dan pemerintah desa.

“Kegiatan ini tidak boleh berhenti di sini. Harus menjadi budaya baru, di mana masyarakat sadar bahwa ketahanan pangan juga berkaitan langsung dengan stabilitas sosial dan keamanan,” ujarnya.

Hingga akhir 2025, tercatat sebanyak 1.298 desa di Bengkulu telah berpartisipasi dalam program SADESAHE dengan total luasan lahan mencapai lebih dari 1.299 hektare. Capaian ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam mendukung program tersebut.

Adapun daftar pemenang SADESAHE 2025 meliputi Juara I Desa Tanah Hitam Kabupaten Bengkulu Utara (Rp1 miliar), Juara II Desa Pelajaran II Kabupaten Kaur (Rp500 juta), Juara III Desa Ulak Lebar Kabupaten Bengkulu Selatan (Rp250 juta). Untuk kategori juara harapan, Desa Sumber Rejo Kabupaten Rejang Lebong meraih Harapan I (Rp100 juta), Desa Batu Kalung Kabupaten Kepahiang Harapan II (Rp75 juta), dan Desa Nenggalo Kabupaten Mukomuko Harapan III (Rp50 juta).

Selain itu, Kelurahan Betungan Kota Bengkulu dinobatkan sebagai Desa/Kelurahan Inovatif Teknologi Budidaya Jagung Terbaik. Sedangkan pada Lomba Partisipasi Masyarakat Penanaman Cabai, pemenang diraih Desa Sri Kuncoro Kabupaten Bengkulu Tengah, Desa Tabeak Belau Kabupaten Lebong, dan Desa Sukasari Kabupaten Seluma.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan panen raya jagung serta penanaman simbolis umbi uwi ungu sebagai bentuk komitmen diversifikasi pangan. Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap langkah ini menjadi fondasi kuat menuju ketahanan pangan berkelanjutan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra