TEROPONGPUBLIK.CO.ID >>><<<< Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu menjadi pelopor di Indonesia dalam merealisasikan program Kick Off Intervensi Serentak Pencegahan Stunting. Program ini akan mengadakan intervensi serentak di sembilan kabupaten dan satu kota di Provinsi Bengkulu untuk mencegah stunting sejak dini.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu tahun 2023, prevalensi stunting pada balita di Bengkulu mencapai 20,2 persen, sementara tingkat nasional berada di angka 21,5 persen.
"Berbagai strategi dan upaya diperlukan untuk mempercepat penurunan angka stunting, salah satunya melalui layanan program baru yaitu Wajah Baru Posyandu (Warupo) yang melayani semua kelompok umur," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Ridwan Arif.
Arif menjelaskan bahwa bulan ini akan dilaksanakan pengukuran berat dan tinggi badan ibu hamil dan balita secara serentak di seluruh posyandu di Provinsi Bengkulu.

"Kami juga akan memaksimalkan peran posyandu dengan menambahkan layanan seperti pemeriksaan lansia, gula darah, asam urat, serta berat dan tinggi badan. Saat ini, kami memiliki 2080 posyandu yang tersebar di 1350 desa dan kelurahan," tambah Arif.
Pada kesempatan yang sama, Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, Raden Ahmad Denni, menekankan bahwa program ini harus dilaksanakan secara menyeluruh hingga ke tingkat desa. Menurutnya, desa lebih memahami kondisi penduduknya dan penting untuk melibatkan perangkat desa dalam program ini.
"Dana desa dapat digunakan untuk pencegahan stunting. Beberapa desa telah memulai inisiatif ini dengan melaksanakan program dapur sehat," pungkas Denni.
Pewarta : Herdianson
Editing : Adi Saputra