Skip to main content

Disnaker Kota Bengkulu Fokus Cetak Montir Profesional, Strategi Tekan Pengangguran 2026

Disnaker Kota Bengkulu Fokus Cetak Montir Profesional, Strategi Tekan Pengangguran 2026

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Pemerintah Kota Bengkulu terus mematangkan langkah strategis untuk menekan angka pengangguran, khususnya di kalangan generasi muda. Melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Pemkot Bengkulu pada tahun anggaran 2026 menetapkan fokus baru dalam program pelatihan kerja, yakni pengembangan keterampilan di bidang perbengkelan atau montir kendaraan.

Kebijakan ini diambil sebagai bentuk penyesuaian terhadap kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang, terutama di sektor otomotif. Disnaker menilai, keahlian sebagai montir memiliki peluang kerja yang luas, baik untuk bekerja di bengkel formal maupun membuka usaha mandiri berbasis jasa.

Kepala Bidang Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja Disnaker Kota Bengkulu, Purniati, menjelaskan bahwa pelatihan montir tahun ini dirancang secara khusus untuk mencetak tenaga kerja siap pakai. Peserta tidak hanya dibekali teori, tetapi juga kemampuan teknis yang aplikatif sesuai standar dunia kerja.

“Pada tahun 2026 ini kami fokuskan pelatihan pada bidang bengkel. Tujuannya agar anak-anak muda Kota Bengkulu memiliki keahlian nyata sebagai montir profesional dan bisa langsung bekerja atau membuka usaha sendiri,” ujar Purniati, Selasa (3/2/2026).

Menurutnya, keputusan memusatkan pelatihan pada satu bidang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya Disnaker menyediakan beragam pelatihan seperti tata rias, menjahit, dan keterampilan lainnya, maka kali ini pendekatan yang diambil adalah spesialisasi.

Langkah tersebut bukan tanpa alasan. Disnaker melihat sektor otomotif memiliki potensi ekonomi yang stabil dan terus tumbuh. Selain bengkel konvensional, tren layanan montir panggilan atau by call dinilai semakin diminati masyarakat karena kepraktisannya.

“Kami melihat peluang besar di sektor ini. Kebutuhan jasa montir selalu ada, apalagi sekarang berkembang layanan perbaikan kendaraan yang bisa dipanggil langsung ke rumah,” tambahnya.

Meski program pelatihan montir telah dipastikan masuk dalam agenda 2026, Disnaker mengimbau masyarakat untuk bersabar. Saat ini, instansi terkait masih berada pada tahap persiapan, termasuk pendataan calon peserta serta pemenuhan persyaratan administrasi.

Program ini menyasar warga Kota Bengkulu yang berstatus pengangguran maupun lulusan baru, baik lulusan SMA, SMK, hingga perguruan tinggi. Seluruh peserta harus berdomisili di Kota Bengkulu dan memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Disnaker.

Purniati menegaskan, pelatihan ini tidak dipungut biaya alias gratis. Disnaker bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang berkompeten dan berpengalaman, sehingga kualitas pelatihan tetap terjaga.

“Peserta nantinya akan mendapatkan sertifikat keahlian sebagai bukti kompetensi. Selain itu, mereka juga dibekali pengetahuan dasar untuk membangun usaha mandiri,” jelasnya.

Program pelatihan kerja yang telah berjalan selama empat tahun terakhir ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat. Tidak hanya menekan angka pengangguran, tetapi juga mendorong terciptanya lapangan kerja baru di lingkungan sekitar, termasuk di kawasan permukiman dan area kampus.

Dengan adanya tenaga montir terampil, Disnaker optimistis akan muncul pelaku usaha baru di bidang jasa otomotif yang dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.

Bagi masyarakat yang berminat mengikuti pelatihan montir ini, Disnaker Kota Bengkulu membuka kesempatan seluas-luasnya. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh dengan langsung mendatangi atau menghubungi kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Bengkulu sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra