Skip to main content

Fenomena El Nino Menyulitkan Pertanian, Pemerintah Siapkan Bantuan Massal

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan komitmennya dalam menanggapi krisis ini.Jakarta.Sabtu (30/12)(ft : Istimewa)

TEROPONGPUBLIK.CO.ID >><< Fenomena El Nino yang telah menyebabkan lonjakan suhu dan kemarau berkepanjangan diprediksi masih akan menghantui Indonesia hingga akhir tahun 2023. Bahkan, sejumlah pakar memproyeksikan bahwa fenomena ini akan tetap berada pada tingkat moderat hingga kuartal pertama tahun 2024.

Dampaknya yang signifikan telah terasa, terutama dalam menurunkan produktivitas hasil pertanian seperti padi. Situasi ini secara langsung mempengaruhi stabilitas harga pangan di dalam negeri. Untuk mengantisipasi dampak yang lebih dalam dan menjaga daya beli masyarakat, terutama mereka yang rentan terhadap kenaikan harga pangan, Pemerintah telah mengambil langkah serius.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan komitmennya dalam menanggapi krisis ini. "Karena hujan turunnya terlambat, musim tanam mundur 2 bulan. Kalau panennya mundur, maka produksi berasnya turun. Oleh karena itu, Pemerintah mengambil inisiatif, bantuan yang diberikan itu ada bantuan beras sebesar 10 kg untuk sekitar 21 juta penerima," tuturnya.

Pemerintah telah merespons dengan menyediakan Bantuan Beras dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) El Nino. Airlangga juga menegaskan bahwa penyaluran BLT El Nino ke seluruh Indonesia telah dilakukan antara bulan November hingga Desember 2023, dengan total anggaran mencapai Rp7,52 triliun. Program ini ditujukan kepada 18,8 juta keluarga penerima manfaat (KPM), yang masing-masing mendapatkan bantuan sebesar Rp400.000 untuk 2 bulan.

"Kita melihat harga sembako naik turun di berbagai daerah. Jadi berarti Pemerintah melihat perlu ada bantuan untuk El Nino, mengurangi fluktuasi harga. Nah, bantuan yang diberikan sebesar Rp200.000 untuk satu bulan, dibayar 1 kali untuk dua bulan sebesar Rp400.000," tambah Menko Airlangga.

Hingga 21 Desember 2023, Pemerintah sudah menyalurkan sekitar 89,36 persen dari total anggaran BLT El Nino secara nasional. Adapun sisanya, sejumlah Rp795 juta masih dalam proses penyaluran. Pemerintah berharap bahwa pada akhir tahun 2023, seluruh BLT El Nino sudah tersalurkan.

Menko Airlangga juga menyerahkan secara simbolis BLT El Nino kepada lima KPM sebagai representasi dari upaya bantuan tersebut. Jakarta Barat menjadi salah satu daerah dengan alokasi penerima BLT El Nino tertinggi, dengan lebih dari 8.900 KPM yang telah menerima bantuan senilai Rp3,58 miliar.

Sambil meninjau proses penyaluran BLT El-Nino di Kantor Pos Oceania Jakarta Barat, Menko Airlangga menyatakan, "Program ini tentunya akan di-review lebih lanjut termasuk dengan mendengar langsung antusiasme dan kebermanfaatan program ini dari masyarakat penerima bantuan. Saya akan melaporkan hasil review kepada Presiden Joko Widodo sebagai pertimbangan untuk keberlanjutan program tersebut di 2024."

Sebelum menyelesaikan kunjungannya, Menko Airlangga juga mengunjungi Pojok UMKM yang merupakan fasilitas yang disiapkan PT Pos Indonesia bagi UMKM binaan, menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung sektor ekonomi yang terdampak.

Kehadiran sejumlah pejabat tinggi, termasuk anggota DPR RI, menjadi gambaran komitmen bersama dalam menanggulangi dampak negatif El Nino bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Langkah-langkah konkret telah diambil untuk mengurangi dampak buruk fenomena ini, namun akan membutuhkan evaluasi lanjutan demi memastikan efektivitas program dalam jangka panjang.

Top of Form

Sumber : Humas Ekon

Editing : Adi Saputra