Skip to main content

Geng Motor Didominasi Pelajar, Kapolresta Bengkulu Tekankan Pencegahan

Geng Motor Didominasi Pelajar, Kapolresta Bengkulu Tekankan Pencegahan

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Situasi keamanan di Kota Bengkulu kembali menjadi perhatian publik menyusul terungkapnya aktivitas sekelompok remaja yang diduga terlibat dalam komunitas geng motor. Aparat kepolisian bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat hingga akhirnya berhasil mengamankan sejumlah individu yang teridentifikasi aktif dalam kelompok tersebut.

Kapolresta Bengkulu, Rahmad Hidayat, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap beberapa orang yang diduga terlibat. Dari hasil penyelidikan sementara, sebagian besar yang diamankan masih berusia sekolah dan berstatus sebagai pelajar aktif.

Menurutnya, fenomena ini menjadi peringatan serius bagi semua pihak. Ia menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan kepolisian tidak semata-mata bersifat represif. Penegakan hukum tetap dilakukan jika ditemukan unsur pidana, namun langkah pencegahan dinilai jauh lebih penting untuk memutus mata rantai keterlibatan remaja dalam aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

“Kami tidak hanya fokus pada penindakan. Upaya pencegahan harus diperkuat agar kejadian serupa tidak terus berulang,” ujar Rahmad saat memberikan keterangan kepada awak media.

Ia menjelaskan, penanganan persoalan geng motor membutuhkan kerja sama lintas sektor. Kepolisian tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan pemerintah daerah dan elemen masyarakat. Mulai dari tingkat kecamatan hingga kelurahan, seluruh perangkat pemerintahan diminta berperan aktif melakukan pembinaan dan pengawasan di lingkungan masing-masing.

Selain itu, unsur keamanan di tingkat bawah seperti Bhabinkamtibmas dan Babinsa juga diharapkan semakin intens melakukan pendekatan kepada warga, khususnya kalangan remaja. Melalui komunikasi yang rutin dan persuasif, potensi konflik atau aksi yang meresahkan bisa dideteksi lebih awal.

Rahmad juga meluruskan kabar yang sempat beredar luas di tengah masyarakat terkait dugaan bentrokan antar kelompok geng motor. Berdasarkan hasil klarifikasi di lapangan, peristiwa tersebut ternyata dipicu oleh kesalahpahaman antar warga dan bukan aksi terorganisir seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Penyebaran kabar yang belum terverifikasi justru dapat memperkeruh suasana dan memicu kepanikan yang tidak perlu.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bijak menyikapi setiap informasi. Pastikan kebenarannya sebelum menyebarkan,” tegasnya.

Lebih jauh, peran keluarga dinilai sangat menentukan dalam mencegah anak-anak terlibat dalam kelompok yang berpotensi melakukan tindakan melanggar hukum. Orang tua diminta meningkatkan pengawasan, terutama pada jam-jam malam ketika aktivitas di luar rumah lebih sulit terkontrol.

Rahmad menilai, kurangnya perhatian dan pengawasan dapat membuka peluang bagi remaja untuk mencari pengakuan di lingkungan yang salah. Oleh karena itu, komunikasi yang baik antara orang tua dan anak harus terus dibangun agar mereka merasa diperhatikan dan tidak mudah terpengaruh ajakan negatif.

Di sisi lain, sekolah juga diharapkan berperan aktif melalui kegiatan positif yang mampu menyalurkan energi dan kreativitas siswa. Ekstrakurikuler, pembinaan karakter, hingga edukasi tentang bahaya pergaulan bebas menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang bertanggung jawab.

Kepolisian memastikan akan terus melakukan patroli rutin di sejumlah titik yang dianggap rawan, khususnya pada malam akhir pekan. Langkah ini bertujuan menjaga situasi tetap kondusif sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Dengan sinergi antara aparat, pemerintah daerah, sekolah, dan keluarga, diharapkan potensi gangguan keamanan dapat ditekan sedini mungkin. Upaya bersama ini menjadi kunci untuk menjaga stabilitas kamtibmas di Kota Bengkulu agar masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman tanpa rasa khawatir.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra