TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Pemerintah Provinsi Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi kelompok kurang mampu. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), yang menyasar ribuan rumah tangga miskin agar dapat menikmati akses listrik secara mandiri. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga di Desa Tanjungan, Kecamatan Seluma Selatan, Kabupaten Seluma, Jumat (6/2).
Program BPBL merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini masih hidup tanpa akses listrik layak. Melalui program ini, sebanyak 2.024 Rumah Tangga Miskin (RTM) di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu mendapatkan bantuan pemasangan listrik dengan daya 900 VA. Bantuan ini mencakup instalasi awal hingga sambungan resmi ke jaringan listrik, sehingga warga tidak lagi bergantung pada tetangga atau sambungan tidak resmi.
Gubernur Helmi Hasan menegaskan bahwa listrik bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan fundamental yang menentukan kualitas hidup masyarakat. Menurutnya, kehadiran listrik dapat membuka banyak peluang, mulai dari pendidikan anak hingga peningkatan ekonomi keluarga.
“Listrik adalah hak dasar rakyat. Dengan adanya listrik, anak-anak bisa belajar dengan nyaman di malam hari, ibu-ibu dapat menjalankan aktivitas rumah tangga lebih baik, dan masyarakat bisa mengembangkan usaha kecil. Ini bukan hanya soal terang, tetapi tentang masa depan,” ujar Helmi Hasan dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, pemerintah provinsi berupaya agar setiap keluarga di Bengkulu dapat hidup lebih mandiri dan bermartabat. Selama ini, masih banyak warga yang terpaksa menumpang aliran listrik dari tetangga karena keterbatasan ekonomi. Kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan secara teknis, tetapi juga berisiko dari sisi keselamatan.
“Kami tidak ingin lagi ada warga Bengkulu yang hidup dalam gelap atau harus bergantung pada orang lain untuk kebutuhan listrik. Negara harus hadir dan memastikan keadilan sosial itu benar-benar dirasakan oleh semua lapisan masyarakat,” tegasnya.
Di Kabupaten Seluma, salah satu daerah penerima manfaat BPBL, tercatat sebanyak 267 RTM mendapatkan bantuan pemasangan listrik. Pemerintah daerah setempat menyambut baik program ini karena dinilai mampu menjawab persoalan lama yang kerap dihadapi warga pedesaan, khususnya di wilayah terpencil.
Salah seorang penerima bantuan, Hasdiana, warga Desa Tanjungan, mengungkapkan rasa haru dan syukurnya setelah rumahnya akhirnya memiliki sambungan listrik sendiri. Selama bertahun-tahun, ia bersama dua anaknya harus menumpang listrik dari tetangga dengan keterbatasan penggunaan.
“Saya ini janda dengan dua anak. Selama ini kami menumpang listrik, tidak berani menyalakan banyak lampu atau alat elektronik. Alhamdulillah sekarang rumah kami sudah punya listrik sendiri,” ucap Hasdiana dengan mata berkaca-kaca.
Menurutnya, keberadaan listrik sangat membantu aktivitas keluarga, terutama untuk anak-anak yang kini bisa belajar lebih nyaman di malam hari. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat kecil seperti dirinya.
“Terima kasih kepada Bapak Gubernur dan semua pihak yang sudah membantu. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Semoga kebaikan ini dibalas oleh Allah,” tuturnya.
Program BPBL tidak hanya dipandang sebagai bantuan fisik semata, tetapi juga sebagai investasi sosial jangka panjang. Dengan akses listrik, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, membuka peluang usaha rumahan, serta mengakses informasi dan teknologi dengan lebih mudah.
Pemerintah Provinsi Bengkulu menargetkan program serupa dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, seiring dengan upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Melalui langkah ini, pemerintah berharap tidak ada lagi warga Bengkulu yang tertinggal dalam kegelapan, baik secara harfiah maupun dalam arti pembangunan.
Dengan hadirnya BPBL, listrik tidak hanya menerangi rumah-rumah sederhana, tetapi juga menyalakan harapan baru bagi ribuan keluarga kurang mampu di Bengkulu untuk hidup lebih layak, mandiri, dan sejahtera.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra