Skip to main content

Harga Kopi Dunia Maret 2026 Tembus Lebih dari Rp100 Ribu per Kilogram

Harga Kopi Dunia Maret 2026 Tembus Lebih dari Rp100 Ribu per Kilogram

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - ‎Harga kopi dunia pada Maret 2026
‎tercatat masih berada pada level tinggi di pasar komoditas internasional. Berdasarkan data perdagangan kopi global, harga kopi jenis Arabika yang diperdagangkan di bursa internasional berada di kisaran 280 hingga 295 US cents per pound.

‎Data pasar komoditas menunjukkan harga kopi sekitar 294 US cents per pound atau setara dengan US$2,94 per pound pada pertengahan Maret 2026. Harga tersebut berasal dari perdagangan kopi di bursa komoditas internasional yang menjadi acuan perdagangan global.
‎Jika dikonversikan ke kilogram dan rupiah:

‎1 pound = 0,453 kilogram
‎US$2,94 per pound ≈ US$6,48 per kilogram
‎Dengan asumsi kurs Rp16.000 per dolar AS, maka nilai kopi dunia setara dengan:
‎US$6,48 × Rp16.000 = sekitar Rp103.680 per kilogram
‎Dengan demikian, harga kopi mentah di pasar global pada Maret 2026 berada di kisaran Rp100.000 hingga Rp105.000 per kilogram.

‎Sementara itu, indikator resmi harga kopi dunia yang dirilis oleh International Coffee Organization juga menunjukkan bahwa harga kopi global masih berada di atas 260 US cents per pound pada awal 2026. Indikator tersebut dikenal sebagai ICO Composite Indicator Price, yang menjadi salah satu acuan utama dalam perdagangan kopi internasional.

‎Selain Arabika, kopi jenis Robusta yang diperdagangkan di bursa London juga menunjukkan harga tinggi. Kontrak kopi robusta tercatat berada di kisaran US$3.600 hingga US$3.700 per ton pada awal hingga pertengahan Maret 2026.

‎Para analis komoditas menyebutkan bahwa kenaikan harga kopi dunia dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya kondisi cuaca di Brasil sebagai produsen kopi terbesar dunia, fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat, serta meningkatnya permintaan kopi global.

‎Meski harga kopi dunia berada pada level tinggi, harga yang diterima petani di negara produsen seperti Indonesia sering kali lebih rendah karena dipengaruhi oleh rantai distribusi, biaya pengolahan, serta perbedaan kualitas biji kopi.

‎Sumber Data Berita Trading Economics, International Coffee Organization, Market Information & Composite Indicator Price
‎Investing,  London Robusta Coffee Futures Historical Data.
Pewarta: Harlis Sang Putra 
Editing: Adi Saputra