TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Menjelang perayaan Idul Fitri, Pemerintah Kota Bengkulu mengingatkan masyarakat untuk menjaga sikap dan keramahan terhadap para wisatawan yang datang berkunjung. Imbauan ini disampaikan Wakil Wali Kota Bengkulu, Ronny P. L. Tobing, sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya tarik pariwisata daerah.
Pesan tersebut disampaikan Ronny usai mengikuti rangkaian upacara dan rapat paripurna istimewa dalam rangka Hari Jadi ke-307 Kota Bengkulu, Selasa (17/3/2026). Menurutnya, momentum libur Lebaran menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk mendapatkan manfaat ekonomi, khususnya dari sektor pariwisata.
Ronny menegaskan bahwa sikap ramah dan pelayanan yang baik kepada wisatawan akan memberikan dampak positif secara langsung bagi masyarakat. Ia menilai, kepuasan wisatawan menjadi kunci utama agar mereka kembali berkunjung di masa mendatang.
“Bersikaplah ramah kepada wisatawan yang datang. Ketika mereka merasa nyaman dan puas, mereka tidak hanya akan kembali lagi, tetapi juga berpotensi mempromosikan Kota Bengkulu kepada orang lain,” ujar Ronny.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa citra sebuah daerah sangat ditentukan oleh perilaku masyarakatnya. Jika wisatawan mendapatkan pengalaman yang kurang menyenangkan, hal itu dapat berdampak buruk terhadap reputasi Kota Bengkulu sebagai destinasi wisata.
Selain mengimbau masyarakat umum, Ronny juga memberikan perhatian khusus kepada para pelaku usaha, terutama pedagang yang beraktivitas di kawasan wisata. Ia mengingatkan agar para pedagang tidak memanfaatkan momen libur Lebaran dengan menaikkan harga secara tidak wajar.
Menurutnya, praktik penjualan dengan harga yang terlalu tinggi justru dapat merugikan dalam jangka panjang. Wisatawan yang merasa dirugikan kemungkinan besar tidak akan kembali, bahkan bisa memberikan penilaian negatif terhadap daerah tersebut.
“Kami minta para pedagang tidak menaikkan harga seenaknya. Jangan sampai wisatawan kapok datang ke Bengkulu hanya karena harga yang tidak masuk akal,” tegasnya.
Salah satu kawasan yang menjadi sorotan adalah Pantai Panjang, yang merupakan destinasi unggulan dan kerap dipadati pengunjung saat libur panjang. Pemerintah Kota Bengkulu, melalui dinas terkait, telah menetapkan standar harga untuk menjaga kenyamanan wisatawan.
Ronny menjelaskan bahwa Dinas Pariwisata telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk sejumlah produk serta tarif parkir yang berlaku di kawasan wisata. Informasi tersebut telah disosialisasikan melalui pemasangan spanduk di berbagai titik strategis.
Adapun rincian harga yang ditetapkan antara lain kelapa muda murni maksimal Rp12 ribu, es teh Rp5 ribu, serta tarif parkir Rp2 ribu untuk sepeda motor dan Rp3 ribu untuk mobil. Penetapan ini diharapkan dapat mencegah praktik pungutan liar dan menjaga transparansi harga.
Tak hanya soal pelayanan dan harga, Ronny juga berharap kondisi cuaca selama libur Lebaran mendukung aktivitas wisata. Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban agar wisatawan merasa nyaman selama berada di Kota Bengkulu.
“Kami berharap cuaca bersahabat dan suasana tetap aman serta kondusif. Dengan begitu, wisatawan dapat menikmati liburan mereka dengan tenang dan menyenangkan,” tambahnya.
Ia optimistis, jika seluruh elemen masyarakat turut berperan aktif menjaga keramahan dan kejujuran dalam pelayanan, maka sektor pariwisata Kota Bengkulu akan semakin berkembang. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat secara luas.
Momentum Idul Fitri, lanjutnya, bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan wajah terbaik Kota Bengkulu kepada para pengunjung dari berbagai daerah.
Dengan komitmen bersama antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, Bengkulu diharapkan mampu menjadi destinasi wisata yang tidak hanya indah secara alam, tetapi juga berkesan melalui keramahan warganya.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra