TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Upaya mempercantik wajah Kota Bengkulu kembali menghadapi gangguan. Fasilitas penerangan di Taman Tabot, ruang terbuka hijau (RTH) yang berada di kawasan strategis dekat Benteng Marlborough, dirusak setelah seluruh kabel listrik bawah tanah yang menjadi jaringan lampu taman diduga dicuri.
Aksi tersebut membuat fasilitas penerangan Taman Tabot tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi ini menjadi perhatian Pemerintah Kota Bengkulu karena taman tersebut dibangun bukan hanya sebagai ruang publik, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat daya tarik kawasan perkotaan dan pariwisata.
Taman Tabot selama ini dirancang untuk menghadirkan ruang yang nyaman bagi masyarakat. Kehadiran unsur budaya lokal, penataan taman, serta fasilitas penerangan menjadi bagian penting dalam membangun suasana kawasan, khususnya pada malam hari.
Namun, kondisi itu berubah setelah jaringan kabel yang ditanam di bawah tanah hilang. Kabel tersebut diduga sengaja digali, dipotong, kemudian dibawa oleh pelaku.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bengkulu, Toni Harstri Putra, menyayangkan keras tindakan yang mengakibatkan kerusakan fasilitas milik pemerintah tersebut. Menurutnya, pembangunan dan penataan ruang publik membutuhkan anggaran serta kerja bersama agar dapat memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat.
“Kami sangat menyayangkan kejadian tersebut. Taman yang tadinya indah, bercahaya, dan nyaman saat malam hari, harus dirusak oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab,” ujar Toni saat dikonfirmasi media, Sabtu (22/8/2026).
Ia menilai hilangnya kabel penerangan bukan sekadar persoalan kerugian material. Kerusakan fasilitas umum juga berdampak terhadap kenyamanan masyarakat yang memanfaatkan taman untuk bersantai maupun menikmati suasana Kota Bengkulu pada malam hari.
Terlebih, Taman Tabot memiliki posisi penting karena berada tidak jauh dari kawasan Benteng Marlborough yang merupakan salah satu titik bersejarah dan tujuan wisata di Kota Bengkulu. Karena itu, keberadaan taman yang tertata dan terang dinilai turut mendukung citra kawasan tersebut.
Pemerintah Kota Bengkulu di bawah kepemimpinan Wali Kota Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing diketahui terus mendorong penataan berbagai fasilitas publik. Program tersebut diarahkan agar ruang kota semakin nyaman, bersih, tertata, sekaligus mampu memberikan ruang interaksi bagi masyarakat.
Insiden di Taman Tabot menjadi pengingat bahwa pembangunan fasilitas publik membutuhkan dukungan masyarakat. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga aset yang telah dibangun menggunakan anggaran untuk kepentingan bersama.
Toni pun mengajak warga di sekitar Taman Tabot untuk meningkatkan kepedulian dan pengawasan lingkungan. Menurutnya, partisipasi masyarakat dapat membantu mencegah terjadinya pencurian maupun perusakan fasilitas umum.
“Saya mengajak seluruh masyarakat di sekitar kawasan taman untuk bersama-sama menjaga aset yang telah dibangun oleh pemerintah ini. Mari kita awasi bersama, sehingga tidak ada lagi celah bagi oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk merusaknya,” tegasnya.
Pemkot Bengkulu juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait guna menindaklanjuti hilangnya jaringan kabel tersebut. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu mengungkap pelaku sekaligus mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
Masyarakat yang mengetahui aktivitas mencurigakan di sekitar taman juga diharapkan segera melaporkannya kepada petugas atau aparat berwenang. Pengawasan bersama menjadi langkah penting untuk menjaga fasilitas publik tetap aman dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
Kerusakan Taman Tabot diharapkan tidak menjadi hambatan bagi pemerintah dalam melanjutkan pembenahan ruang publik. Sebaliknya, kejadian tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sistem pengamanan sekaligus membangun kesadaran bahwa fasilitas kota merupakan aset bersama yang harus dijaga.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, Taman Tabot diharapkan kembali berfungsi optimal dan menjadi ruang publik yang aman, nyaman, serta mampu memperkuat identitas Kota Bengkulu sebagai daerah yang memiliki kekayaan sejarah dan budaya.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra