TEROPONGPUBLIK.CO.ID >>><< Sebagian wilayah di Kabupaten Mukomuko, yang terletak di ujung utara Provinsi Bengkulu, kini terancam menghilang dari pandangan warga. Kabupaten ini saat ini dikepung oleh kabut asap yang semakin menebal setiap harinya, membatasi jarak pandang serta mengancam kesehatan masyarakat.jumat.(20/10)
Berdasarkan laporan yang diterima dari wartawan Media www.teropongpublik.co.id , kabut asap semakin meluas. Beberapa hari sebelumnya, kabut asap hanya terlihat di Kota Mukomuko hingga Kecamatan XIV Koto. Namun sejak kemarin, kabut asap mulai merambah dari Kecamatan Lubuk Pinang hingga Kecamatan Pondok Suguh.
Kabut tebal ini disebabkan oleh kepulan asap dari kebakaran hutan dan lahan gambut. Banyak kebun sawit milik masyarakat di lahan gambut yang sudah terbakar, memperparah situasi. Kemarau panjang yang melanda daerah ini berdampak serius, mengganggu arus lalu lintas dan mengancam kesehatan masyarakat.
Abdullah, seorang tokoh masyarakat Mukomuko, mengungkapkan, "Kabut ini terjadi karena kepulan asap dari kebakaran hutan dan lahan gambut. Bahkan sudah banyak kebun sawit milik masyarakat di lahan gambut yang terbakar. Kemarau panjang ini benar-benar membawa dampak negatif yang mengerikan. Selain kabut mengganggu arus lalu lintas, juga mengancam kesehatan masyarakat."
Sopir truck tangki CPO Nasution juga mengeluhkan dampak kabut asap terhadap jarak pandang saat berkendara. Ia memperkirakan jarak pandang di wilayah Mukomuko saat ini hanya sekitar 30 meter, yang sangat mengganggu terutama pada malam dan pagi hari. "Dengan kondisi kabut yang cukup tebal ini, jelas mengganggu kelancaran kegiatan kami sebagai sopir. Tapi ya, karena ini tergolong bencana alam, kami harus lebih berhati-hati saat mengemudi. Semua kendaraan juga tanpa dikomando menyalakan lampu melintasi Mukomuko ini," ungkap Nasution.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Bustam Bustomo, memberikan imbauan kepada masyarakat untuk menjaga kewaspadaan. Ia menyarankan agar masyarakat tidak menjalankan aktivitas yang tidak penting di luar rumah. Jika diperlukan, mereka harus menggunakan masker.
"Kabut asap jelas berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat, terutama meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Musim kemarau panjang ini juga meningkatkan debu di udara. Kami berharap agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan, keluar rumah dengan menggunakan masker, dan menjalani pola hidup sehat," tegas Bustam.
Bustam juga menginstruksikan seluruh Puskesmas di wilayah tersebut untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan terus mengimbau mereka agar menjaga pola hidup sehat. Ia juga mendorong masyarakat untuk rutin berolahraga, minum air putih, dan mengonsumsi buah-buahan.
"Saat ini, kami terus berkoordinasi dengan masing-masing Puskesmas untuk mengantisipasi peningkatan kasus ISPA. Situasi saat ini membutuhkan kerjasama dari semua pihak dalam menghadapi dampak kondisi alam yang diakibatkan oleh kemarau panjang ini," tambah Bustam. Kabut asap tebal yang melanda Kabupaten Mukomuko menjadi perhatian serius, dan langkah-langkah pencegahan serta perlindungan kesehatan masyarakat terus ditingkatkan untuk mengatasi situasi ini.
Pewarta : Gunawan
Editor : Adi Saputra