TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Upaya mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan daerah terus digencarkan. Salah satunya melalui Dialog Publik Road Map Bengkulu Emas yang digelar Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Bengkulu, Minggu (29/3/2026) sore.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung Ahmad Idrisan Kampus IV Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) dan menghadirkan berbagai narasumber penting, termasuk Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Mardiyono, S.I.K., M.Si.
Dalam forum tersebut, Kapolda hadir bersama jajaran Polda Bengkulu dan memberikan pemaparan terkait pentingnya sinergi antara aparat keamanan dan generasi muda dalam menjaga stabilitas serta mendorong pembangunan daerah.
Sekitar 130 peserta turut hadir dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Organisasi Kepemudaan (OKP), hingga perwakilan organisasi kemahasiswaan di Provinsi Bengkulu. Selain itu, hadir pula Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bengkulu.
Ketua DPD IMM Bengkulu, Kelvin Aldo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para narasumber dan peserta yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti dialog publik tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan serta memperkuat peran sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
“Kami berharap dialog ini memberikan manfaat nyata, khususnya bagi kader IMM dan mahasiswa UMB, agar mampu berkontribusi aktif baik saat ini maupun di masa mendatang,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris PW Muhammadiyah Bengkulu, Amrullah Baerman. Ia mengapresiasi inisiatif IMM dalam menyelenggarakan forum diskusi yang dinilai mampu meningkatkan kapasitas intelektual mahasiswa.
Amrullah berharap para narasumber dapat memberikan bimbingan serta pemahaman yang komprehensif kepada peserta, sehingga mereka mampu menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
Sementara itu, dalam pemaparannya, Kapolda Bengkulu menekankan bahwa keamanan dan pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari peran seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.
Ia menyebut mahasiswa sebagai pilar penting yang akan menentukan arah masa depan Bengkulu dan Indonesia.
“Pembangunan tidak akan berjalan tanpa situasi yang aman. Oleh karena itu, kolaborasi antara masyarakat, khususnya generasi muda, dan aparat keamanan sangat dibutuhkan,” jelasnya.
Kapolda juga mengingatkan mahasiswa agar mempersiapkan diri dengan baik, baik dari segi pendidikan maupun karakter. Ia menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab besar sebagai agen perubahan.
Dalam arahannya, ia mengajak mahasiswa untuk fokus pada pendidikan, menjaga moralitas, serta menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan.
“Belajar dengan sungguh-sungguh, selesaikan studi tepat waktu, dan hindari hal-hal yang merugikan seperti penyalahgunaan narkoba dan judi online,” tegasnya.
Tak hanya itu, Kapolda juga mensosialisasikan layanan kepolisian kepada peserta. Ia menyampaikan bahwa masyarakat, termasuk mahasiswa, dapat memanfaatkan layanan call center 110 dalam kondisi darurat.
Menurutnya, layanan tersebut terintegrasi dengan kepolisian terdekat, sehingga memungkinkan respons cepat terhadap berbagai kejadian di lapangan.
“Jika mengalami situasi darurat atau membutuhkan bantuan, silakan hubungi 110. Petugas kami akan segera merespons sesuai lokasi kejadian,” tambahnya.
Dialog publik ini juga menghadirkan sejumlah narasumber lainnya dari berbagai sektor, seperti perencanaan pembangunan daerah, institusi penegak hukum, hingga BUMN.
Dengan beragam perspektif yang disampaikan, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih luas kepada mahasiswa mengenai arah pembangunan Bengkulu ke depan.
Melalui forum ini, para peserta tidak hanya mendapatkan wawasan, tetapi juga dorongan untuk berkontribusi secara aktif dalam mewujudkan visi Bengkulu Emas 2045.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dan diakhiri dengan sesi diskusi interaktif antara narasumber dan peserta. Dialog tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, aparat, dan generasi muda menjadi kunci utama dalam membangun masa depan daerah yang lebih baik.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra