TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lebong pascabanjir mendapat perhatian serius dari jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu. Kapolda Bengkulu, Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si., bergerak cepat dengan mengerahkan kendaraan mobile water treatment milik Brimob untuk membantu masyarakat memperoleh pasokan air bersih.
Langkah ini diambil menyusul kerusakan instalasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) akibat banjir yang melanda beberapa desa, terutama di Desa Nangai Amen. Kerusakan tersebut menyebabkan terhentinya distribusi air bersih kepada masyarakat, sehingga ribuan warga mengalami kesulitan mendapatkan air layak pakai.
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah masyarakat yang terdampak krisis air bersih mencapai sekitar 6.395 jiwa. Kondisi ini membuat banyak warga harus mencari sumber air alternatif dengan jarak yang cukup jauh dari tempat tinggal mereka.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Polda Bengkulu menurunkan kendaraan khusus mobile water treatment yang mampu mengolah berbagai sumber air baku, seperti air sungai, air laut, maupun air payau, menjadi air bersih bahkan dapat dikonsumsi.
Peralatan canggih tersebut bekerja melalui beberapa tahapan proses, mulai dari filtrasi hingga disinfeksi, sehingga air yang sebelumnya keruh atau tercemar dapat diolah menjadi air yang lebih higienis dan aman digunakan oleh masyarakat.
Kapolda Bengkulu menegaskan bahwa kehadiran fasilitas pengolahan air tersebut merupakan bentuk respons cepat kepolisian dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana alam.
“Dalam kondisi darurat seperti ini, kebutuhan air bersih menjadi hal yang sangat penting bagi masyarakat. Karena itu kami berupaya memberikan solusi cepat melalui pengoperasian mobile water treatment agar warga tetap dapat memperoleh air bersih,” ujar Kapolda.
Selain menyediakan layanan pengolahan air bersih, Polda Bengkulu juga mengerahkan sejumlah personel untuk membantu proses pemulihan lingkungan di daerah yang terdampak banjir. Personel kepolisian bersama masyarakat melakukan kegiatan pembersihan rumah warga, fasilitas umum, serta sejumlah titik yang masih dipenuhi lumpur dan sisa material banjir.
Tak hanya itu, bantuan sosial juga disalurkan kepada warga yang terdampak bencana. Bantuan tersebut berupa kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, serta telur yang digunakan untuk mendukung operasional dapur lapangan bagi masyarakat yang masih dalam masa pemulihan.
Kehadiran dapur lapangan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan makanan bagi warga yang masih mengalami kesulitan beraktivitas secara normal akibat dampak banjir.
Di bidang kesehatan, Polda Bengkulu turut membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak. Tim medis memberikan pemeriksaan kondisi kesehatan, konsultasi, serta penyaluran obat-obatan guna mencegah munculnya penyakit yang sering terjadi pascabanjir, seperti infeksi kulit, diare, dan gangguan pernapasan.
Upaya bantuan juga tidak hanya difokuskan pada pemulihan fisik masyarakat, tetapi juga pada aspek psikologis, terutama bagi anak-anak yang terdampak bencana.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi mental para korban, Kapolda Bengkulu menginisiasi kegiatan trauma healing yang melibatkan personel kepolisian. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak bermain dan diberikan berbagai mainan guna membantu mengurangi rasa takut serta tekanan psikologis setelah mengalami bencana banjir.
Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh anak-anak dan orang tua mereka. Suasana yang semula dipenuhi kecemasan perlahan berubah menjadi lebih ceria ketika anak-anak mulai kembali bermain bersama.
Respons cepat yang dilakukan oleh jajaran Polda Bengkulu ini mendapat apresiasi dari masyarakat Kabupaten Lebong. Warga mengaku sangat terbantu dengan kehadiran layanan pengolahan air bersih tersebut.
Salah seorang warga mengungkapkan bahwa sebelum adanya bantuan tersebut, mereka harus menempuh perjalanan hingga sekitar 10 kilometer hanya untuk mendapatkan air bersih dari sumber lain.
Kini, dengan hadirnya fasilitas mobile water treatment dari Brimob Polda Bengkulu, kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih mudah dan cepat.
Langkah cepat yang dilakukan Kapolda Bengkulu ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan kondisi masyarakat serta membantu mereka bangkit dari dampak bencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Lebong.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra