Skip to main content

Kemenag Kota Bengkulu Siap Sukseskan Program Walikota: Catin Wajib Tanam Pohon dan Ikut Sekolah Menikah

Kemenag Kota Bengkulu Siap Sukseskan Program Walikota: Catin Wajib Tanam Pohon dan Ikut Sekolah Menikah

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bengkulu menyatakan siap mendukung penuh dua program terbaru yang digagas Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi. Kedua program tersebut dinilai memiliki dampak positif baik untuk pembangunan lingkungan maupun pembinaan keluarga calon pengantin (catin).

Program pertama adalah kewajiban bagi setiap pasangan calon pengantin menanam satu bibit pohon berbuah sebelum melangsungkan akad nikah. Penanaman pohon bisa dilakukan di pekarangan rumah masing-masing maupun di lokasi yang ditentukan sesuai kesepakatan catin. Inisiatif ini sekaligus menjadi wujud nyata dukungan terhadap gerakan menanam buah atau GENAMBAH (Gerakan Menanam Buah) yang sedang digalakkan Pemerintah Kota Bengkulu.

Program kedua yang tak kalah penting adalah pelaksanaan Sekolah Menikah. Kegiatan ini bertujuan membekali calon pengantin dengan pengetahuan serta keterampilan dasar dalam membina rumah tangga agar tercipta keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Kehadiran program ini juga diharapkan mampu menekan angka perceraian yang masih cukup tinggi di Kota Bengkulu.

Kepala Kemenag Kota Bengkulu, Nopian Gustari, menegaskan pihaknya sangat antusias menyambut kebijakan baru tersebut. “Baru Kota Bengkulu yang menggagas program seperti ini. Ini bukan sekadar pujian, tetapi memang faktanya demikian. Oleh karena itu, kami dari Kemenag menyatakan siap bersinergi dengan pemerintah kota dalam melaksanakan kedua program ini,” ujarnya.

Terkait kewajiban menanam pohon bagi catin, Nopian menjelaskan bahwa makna dari program ini bukan hanya sekadar menambah penghijauan. Lebih jauh, penanaman pohon juga dimaksudkan sebagai bentuk doa dan harapan baik bagi perjalanan rumah tangga pasangan yang akan menikah.

“Melalui penanaman pohon ini, calon pengantin seolah menitipkan doa untuk dirinya sendiri kepada bumi. Pohon yang tumbuh dan berbuah nantinya akan menjadi simbol cinta dan doa yang terus berkembang. Seperti halnya keluarga yang diharapkan tumbuh subur dengan kasih sayang hingga melahirkan generasi penerus yang baik,” jelasnya.

Sementara itu, mengenai program Sekolah Menikah, Kemenag melihat langkah ini sebagai upaya strategis dalam mencegah perceraian. Melalui sekolah tersebut, catin akan mendapatkan pembekalan berupa wawasan agama, keterampilan komunikasi dalam rumah tangga, hingga pemahaman mengenai pengelolaan keuangan keluarga.

“Sebagai khalifah di Kota Bengkulu, bapak wali kota sudah mengikhtiarkan hal baik ini demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dalam rumah tangga masyarakat. Tugas kami adalah mendukung dan mengawal agar pelaksanaan sekolah menikah berjalan efektif dan bermanfaat,” tutur Nopian.

Dengan adanya program penanaman pohon dan sekolah menikah, diharapkan pasangan pengantin tidak hanya memiliki kesadaran dalam menjaga lingkungan, tetapi juga memiliki bekal mental dan spiritual untuk menapaki kehidupan berumah tangga.

“Harapan kami, catin yang telah menanam pohon dan mengikuti sekolah menikah memiliki komitmen yang lebih kuat dalam membina keluarga. Mereka tidak hanya menjaga keharmonisan rumah tangga, tetapi juga ikut serta dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup,” tambah Nopian.

Program inovatif ini mendapat perhatian luas karena menggabungkan aspek ekologis dengan pembinaan keluarga. Jika berjalan sesuai rencana, langkah ini bisa menjadi percontohan bagi daerah lain di Indonesia dalam menekan angka perceraian sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Pewarta : Amg 

Editing : Adi Sa[putra