TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat kembali menjadi perhatian dalam kunjungan kerja Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Sultan Bachtiar Najamudin, di Kota Bengkulu, Kamis (22/10/2026). Dalam agenda tersebut, Sultan mendatangi rumah tidak layak huni (RTLH) milik seorang warga di Kelurahan Kandang Mas, Kecamatan Kampung Melayu.
Rumah yang dikunjungi merupakan tempat tinggal Nusi Meilani, 23 tahun, seorang buruh harian yang berdomisili di Jalan Sumas Raya, Gang Sepakat, RT 17/RW 09. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi hunian warga yang memerlukan perhatian, terutama dalam kaitannya dengan kebutuhan tempat tinggal yang layak, sehat, dan aman.
Kunjungan lapangan ini menjadi kesempatan untuk menyaksikan secara langsung kondisi permukiman masyarakat. Keberadaan rumah yang memenuhi standar kelayakan merupakan salah satu aspek penting dalam menunjang kehidupan sehari-hari, khususnya bagi warga dengan keterbatasan ekonomi.
Peninjauan rumah Nusi Meilani memperlihatkan pentingnya perhatian terhadap kebutuhan tempat tinggal masyarakat berpenghasilan rendah. Bagi keluarga yang menggantungkan penghasilan dari pekerjaan harian, kondisi ekonomi dapat menjadi salah satu tantangan dalam memenuhi kebutuhan dasar, termasuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas rumah.
Hunian yang layak tidak sebatas menyediakan tempat untuk berteduh. Kondisi bangunan, keamanan lingkungan, serta kebersihan tempat tinggal turut berpengaruh terhadap kesehatan dan kenyamanan penghuninya.
Karena itu, pendataan dan peninjauan langsung terhadap rumah yang membutuhkan perbaikan dapat menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi kebutuhan warga. Hasil pengamatan di lapangan juga diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak terkait dalam menentukan langkah penanganan sesuai ketentuan dan program yang tersedia.
Meski demikian, tindak lanjut terhadap rumah tidak layak huni tetap membutuhkan proses koordinasi, verifikasi kondisi bangunan, serta penyesuaian dengan mekanisme bantuan yang berlaku.
Dalam kegiatan tersebut, Sultan didampingi Julian Kenidan, Mohammad Yani, S.H., Yosia Yodan, Nunung Nurhayati, Ph.D., dan Diyah Tri Irawati. Turut hadir Kepala Kantor DPD RI Provinsi Bengkulu, Dharma Gustini, S.E., M.M.
Kunjungan ini juga dihadiri unsur TNI dan Polri. Di antaranya Dan Group Brigjen TNI Bram Pramudia selaku Dansatgas Korwil, Kasiintel Group 3 Kolonel Inf Abram S. Panjaitan, Bando Amin, serta Danramil 07/Kampung Melayu Kapten Inf Sarman.
Dari unsur kepolisian, hadir perwakilan Kapolsek Kampung Melayu, Ipda Dwi Handono. Sementara itu, Babinsa Kelurahan Kandang Mas Sertu Windro, Bhabinkamtibmas Aiptu A. Gunawan, Ketua RT 17 Samsir, dan sejumlah tokoh masyarakat setempat turut mengikuti kegiatan tersebut.
Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan keterlibatan sejumlah pihak dalam kegiatan peninjauan di lingkungan masyarakat. Koordinasi antarpihak di tingkat wilayah menjadi salah satu aspek yang dapat mendukung identifikasi kebutuhan warga dan penyampaian informasi mengenai kondisi permukiman.
Persoalan rumah tidak layak huni berkaitan erat dengan upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Tempat tinggal yang aman dan sehat dapat membantu penghuni menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman sekaligus mengurangi risiko yang muncul akibat kondisi bangunan atau lingkungan yang tidak memadai.
Bagi warga berpenghasilan terbatas, dukungan terhadap perbaikan rumah dapat memberikan manfaat jangka panjang. Namun, upaya tersebut perlu disertai pendataan yang akurat, penentuan prioritas penerima, dan tindak lanjut dari instansi atau pihak yang memiliki kewenangan.
Peninjauan langsung di Kelurahan Kandang Mas diharapkan dapat memperkuat perhatian terhadap kebutuhan hunian warga Kota Bengkulu. Kondisi yang ditemukan di lapangan dapat menjadi bahan evaluasi untuk mendorong langkah lanjutan sesuai kewenangan dan program yang tersedia.
Kegiatan kunjungan kerja tersebut berlangsung aman dan lancar. Agenda peninjauan berakhir sekitar pukul 10.55 WIB.
Melalui kegiatan ini, perhatian terhadap persoalan hunian masyarakat diharapkan tidak berhenti pada pengamatan lapangan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperluas akses warga terhadap tempat tinggal yang layak, sehat, dan aman.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra