TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>> Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, yang dipimpin oleh Usin Abdisyah Sembiring, bersama anggota Berlian Utama Harta, Teuku Zulkarnain, Sri Astuti, Zulasmi Octarina, Epriya, dan Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Redwan Arif, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD M Yunus pada Jumat (27/12) pagi. Sidak ini dilakukan menindaklanjuti laporan di media online mengenai dugaan penolakan pasien kecelakaan pada Rabu (25/12).
Ketua Komisi IV, Usin Abdisyah Sembiring, langsung mengklarifikasi informasi ini kepada petugas Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD M Yunus. “Kami ingin memastikan informasi ini agar tidak simpang siur. Disebutkan ada pasien kecelakaan yang ditolak di RSUD M Yunus,” ujar Usin kepada petugas.
Menurut informasi yang disampaikan Direktur Utama RSUD M Yunus, dr. Ari Wibowo, dugaan penolakan tersebut muncul akibat kekosongan dokter spesialis bedah saat kejadian. Dokter ortopedi yang bertugas, Dr. Irsan, sedang cuti untuk merayakan Natal. "Dokter ortopedi kami, Dr. Irsan, sedang cuti karena merayakan Natal, seperti halnya umat Muslim saat Lebaran. Tidak ada penolakan pasien, ini hanya miskomunikasi. Pasien sebenarnya sebelumnya dirawat di RS Tiara Sela dan RS Rafflesia sebelum dirujuk ke RSUD M Yunus,” jelas dr. Ari.
Ia menegaskan bahwa meskipun ada kendala tenaga medis, pihak RSUD M Yunus tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik. Selain itu, dr. Ari menyatakan dirinya tidak mengambil cuti demi memastikan operasional rumah sakit berjalan lancar selama libur Natal dan Tahun Baru. "Kami terus memberikan pelayanan maksimal. Bahkan saya tidak cuti untuk memastikan pelayanan ini tetap berjalan," tambahnya.
Sidak ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menyelesaikan potensi permasalahan komunikasi antara rumah sakit dan fasilitas kesehatan lain di Provinsi Bengkulu. Komisi IV DPRD Bengkulu menekankan pentingnya koordinasi antarfasilitas medis agar tidak terjadi miskomunikasi serupa di masa mendatang.
Pihak Komisi IV berkomitmen untuk memantau lebih lanjut isu ini, demi memastikan masyarakat Bengkulu mendapatkan akses layanan kesehatan yang baik tanpa adanya hambatan administratif maupun teknis. Sidak ini juga menjadi pengingat kepada seluruh tenaga medis agar lebih meningkatkan koordinasi terutama pada saat hari-hari besar keagamaan yang dapat memengaruhi kelengkapan tenaga medis di fasilitas pelayanan kesehatan.
Melalui klarifikasi ini, RSUD M Yunus dan Komisi IV DPRD berharap publik mendapatkan penjelasan yang akurat terkait isu yang berkembang, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan tetap terjaga.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra