Skip to main content

KONI Bengkulu Percepat Musorprov 2025, Fokus Siapkan Agenda Besar dan Atasi Krisis Finansial

KONI Bengkulu Percepat Musorprov 2025, Fokus Siapkan Agenda Besar dan Atasi Krisis Finansial

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu bersiap menggelar Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) 2025. Agenda penting ini diputuskan lebih cepat dari jadwal seharusnya, mengingat masa bakti kepengurusan KONI periode sekarang baru akan berakhir pada Desember mendatang.

Ketua Panitia Pelaksana Musorprov KONI 2025, Aswandi, M.Pd, usai memimpin rapat perdana bersama pengurus KONI dan Pengurus Provinsi Cabang Olahraga (Pengprov Cabor), menegaskan bahwa percepatan Musorprov menjadi kebutuhan mendesak.

“Setelah rapat yang dibuka langsung oleh Ketua Harian KONI Bengkulu, Bapak Teuku Zulkarnain, disepakati bahwa Musorprov akan digelar pada 25 September 2025. Panitia pelaksana sudah terbentuk, dan kami langsung bergerak menyiapkan seluruh rangkaian kegiatan,” ungkap Aswandi, Selasa (16/9/2025).

Menurutnya, alasan utama Musorprov digelar lebih cepat adalah karena KONI Bengkulu harus menyiapkan diri menghadapi sejumlah agenda besar. Salah satunya adalah Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri yang akan berlangsung pada November 2025. “Kita berharap Musorprov berjalan lancar sehingga kepengurusan baru bisa segera bekerja dan memaksimalkan persiapan PON Beladiri. Dalam waktu dekat kami juga akan menghadap KONI Pusat untuk koordinasi lebih lanjut,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Harian KONI Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, menegaskan bahwa dirinya yang diberi mandat langsung oleh Ketua Umum KONI Bengkulu, H. Dedy Ermansyah, siap menuntaskan berbagai pekerjaan mendesak menjelang berakhirnya masa kepengurusan.

“Setidaknya ada tiga hal penting yang harus segera kami bereskan. Pertama, soal pencairan honor tenaga kesekretariatan yang sudah lama tertunggak. Kedua, persiapan PON Beladiri yang menjadi ajang bergengsi bagi atlet Bengkulu. Ketiga, pelaksanaan Musorprov KONI itu sendiri. Semua ini harus dituntaskan sesuai aturan dan target waktu yang ada,” jelas Teuku yang juga dikenal sebagai politisi Partai Amanat Nasional (PAN).

Ia tidak menutup mata bahwa kondisi finansial KONI Bengkulu sedang berada dalam situasi sulit. Minimnya anggaran membuat berbagai aktivitas organisasi terkendala. Bahkan, honorarium tenaga kesekretariatan sudah beberapa bulan belum terbayar. Lebih memprihatinkan lagi, kantor KONI Bengkulu sempat mengalami pemutusan listrik oleh PLN akibat tunggakan.

“Situasi ini memang sangat berat, tetapi kita berusaha mencari jalan keluar. Kami berkomitmen agar roda organisasi tetap berjalan dan tidak mengorbankan kepentingan atlet maupun cabang olahraga yang ada di bawah naungan KONI,” tegasnya.

Meski dihimpit keterbatasan, baik panitia pelaksana maupun pengurus harian optimistis Musorprov 2025 bisa menjadi momentum kebangkitan olahraga Bengkulu. Melalui Musorprov, kepengurusan baru diharapkan lahir dengan semangat segar dan mampu merangkul semua cabang olahraga dalam menghadapi tantangan ke depan.

“Musorprov bukan hanya soal pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang evaluasi atas kinerja KONI selama ini. Kita ingin melahirkan program kerja yang lebih realistis, terukur, dan benar-benar menyentuh kebutuhan pembinaan atlet,” kata Aswandi.

Teuku Zulkarnain menambahkan, Musorprov juga menjadi ajang konsolidasi agar KONI Bengkulu lebih solid dalam menghadapi agenda olahraga tingkat nasional. “Kami berharap kepengurusan baru nanti bisa menjalin komunikasi lebih baik dengan pemerintah daerah, DPRD, dan pihak swasta, sehingga masalah pendanaan olahraga bisa diatasi. Tanpa dukungan finansial yang memadai, mustahil pembinaan atlet berjalan maksimal,” ujarnya.

PON Beladiri yang akan digelar pada November mendatang menjadi salah satu fokus utama KONI Bengkulu. Ajang ini bukan hanya sekadar pertandingan, melainkan kesempatan menunjukkan kemampuan atlet Bengkulu di tingkat nasional.

“Event ini membutuhkan persiapan matang, baik dari sisi teknis maupun pendanaan. Kita berharap Musorprov berjalan lancar sehingga kepengurusan baru bisa langsung tancap gas menyiapkan atlet,” ungkap Aswandi.

Dengan adanya Musorprov yang digelar lebih cepat, diharapkan KONI Bengkulu tidak hanya mampu menyelesaikan persoalan internal, tetapi juga menata kembali strategi pembinaan olahraga di daerah. Semangat baru dari kepengurusan mendatang diyakini dapat membawa olahraga Bengkulu lebih berprestasi di kancah nasional.

Pewarta : Amg          

Editing : Adi Saputra