BENGKULU UTARA.TEROPONG PUBLIK.CO.ID - Dugaan Sabotase Jembatan Gantung Lubuk Beringin Desa Lubuk Gedang.Kecamatan Lais Bengkulu Utara dengan cara di sengaja memakai alat untuk memotong Lir jembatan Gantung, peristiwa sabotase aset Negara tersebut terjadi pada tahun 2016.belum terungkap siapa pelakunya.jum'at.(19/07/2022).

Jembatan Gantung yang di bangun pemerintah Daerah melalui Dinas terkait yang menggunakan agaran APD bertujuan untuk membantu memudahkan tranportasi para petani dalam meningkatkan perekonomian masyarakat tidak lain untuk membantu meningkatkan taraf hidup petani yang lebih maju,juga salah satu usaha pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan.
Kejadian sabotase tersebut terjadi pada tahun 2016 yang lalu, kejadian usaha oleh oknum yang tidak bertanggung jawab ini sempat menghebohkan kabupaten Bengkulu Utara,terhusus warga masyarakat desa lubuk gedang, dikarenakan jembatan gantung desa Lubuk Gedang tepat nya di lokasi Lubuk Beringin adalah aset negara, yang dibangun untuk masyarakat sebagai upaya pemerintah membantu meningkatkan perekonomian masyarakat,namun kejadian tersebut seakan hilang di telan bumi, disebabkan belum terungkap siapa oknum pelaku.

Menurut keterangan salah satu masyarakat Desa Lubuk Gedang yang tidak mau di sebut kan namanya mengatakan, kejadian ini sekarang menjadi bahan pembicaraan ditengah tengah masyarakat, diri nya takut peristiwa beberapa tahun yang silam terulang kembali kalau pihak terkait tidak segera mencari tau dan mengusud tuntas kejadian sabotase tersebut agar kejadian itu tidak terulang kembali.terangnya.
"Saya berharap sekali kejadian ini cepat terungkap masalah nya ini berkaitan dengan keselamatan masyarakat yang melalui jembatan tersebut, kalau ini tidak terungkap kami takut terulang kembali, soalnya oknum pelaku masih berkeliaran". Di tambah kan nya.
jembatangantung yang menjadi sasaran pelaku adalah jembatan penghubung kearea persawahan dan perkebunan masyarakat Desa Lubuk Gedang yang setiap hari di lalui hampir 60 %warga masyarakat husus nya para petani, apa bila peristiwa itu terjadi lagi, keselamatan masyarakat yang menjadi taruhannya.tutupnya.(kabiro.Gunawan).